"Saat kita berkata 'kesabaran ada batasnya', sebenarnya kita sedang menutup pintu-pintu rezeki. Sebab rezeki mencari jiwa yang sanggup meluaskan cakrawala hati."
Fatamorgana Sebuah Batas
By: Arif Agus Bege'h
Sabar bukan bejana terbatas
bukan pula titik yang lekas tumpah
batas itu hanyalah fatamorgana
garis ego yang kita lukis sendiri
Saat kau sebut sabar berbatas
kau sedang mengunci pintu rezeki
sebab berkah enggan memeluk jiwa
yang berhenti di tepian lelah
Rezeki mencari hati yang luas
menunggu sabar yang tak bertepi
bukan untuk mereka yang menyerah
saat ujian datang menyapa diri
Kesabaran adalah perjalanan panjang
bukan pemberhentian yang semu
meluaslah melampaui logika sempit
agar semesta memberi jalan pulang
Jangan batasi sabarmu hari ini
karena setiap inci yang kau luaskan
adalah pintu berkah yang terbuka
membuka jalan bagi rezeki tak terduga
Batas Sulsel - Sulteng, 11/07/2025
AAB - Fatamorgana Sebuah Batas
0"Janganlah menilai seseorang hanya dari seberapa besar keberaniannya dalam mengambil risiko. Nilailah ia dari seberapa besar keberaniannya untuk mengakui kesalahan dan memperbaiki keadaan saat pilihannya tidak berjalan sesuai rencana. Keberanian yang sejati tidak lari saat ia salah; ia berdiri, menerima, dan belajar."
Bukan Sekadar Berani
By: Arif Agus Bege'h
Di rimba nasib yang liar dan buta
keberanian hanyalah gerak naluri
melompat tanpa tanya menerjang tanpa jeda
seperti binatang yang tak kenal hari nanti
hanya lapar dan ingin yang membakar diri
Namun menjadi manusia adalah soal lain
tentang berdiri tegak saat badai menghantam
bukan sekadar berani memecah batin
tapi berani memeluk luka yang terpendam
dan menanggung beban di tengah malam yang kelam
Sebab keberanian tanpa pikul tanggung jawab
hanyalah debu yang diterbangkan angin sesaat
tampak gagah di permukaan namun kosong di jawab
menyisakan puing penyesalan yang terpahat
pada jejak kaki yang hilang sebelum sempat melihat
Kita adalah pengemudi atas pilihan sendiri
keberanian hanyalah akselerasi di atas aspal
tapi tanggung jawablah yang menjaga kemudi
agar tak karam di jurang yang paling dangkal
saat ego berteriak
namun nurani harus menangkal
Maka jika kau tanya apa itu sejati berani
ia bukan tentang siapa yang paling cepat melaju
tapi siapa yang tersisa berdiri di ujung sini
ketika konsekuensi menagih janji yang dulu terpaku
berani berbuat
berani menanggung restu waktu
Palopo Sul-Sel, 07/04/2025
AAB - Bukan Sekedar Berani
0"Hidup tidak menunggu kita selesai berlari. Ia hanya ada saat kita berhenti sejenak, duduk, dan menyadari keberadaan kita sendiri."
Seduh
By: Arif Agus Bege'h
Kemarin telah terkunci rapat
bersama luka dan sisa hujan yang luruh
hari ini
aku hanya menyeduh waktu
menerima pahit dan harum yang bersetubuh
Perjalanan tak perlu digenggam erat
biarkan retak di jiwa memantul
sebab hidup dalam segala retak dan napasnya
hanya benar-benar ada saat kita menyadarinya
Masamba Sul-Sel, 01/02/2025
AAB - Seduh
0"Jangan takut tersesat di tengah rimba kehidupan. Kadang, justru di tempat yang paling sunyi, kita menemukan diri kita yang sebenarnya."
Terikat Air Mata
By: Arif Agus Bege'h
Laut selalu tahu cara pulang ke pelukan pantai
seperti aku yang terikat pada langkahmu yang usai
sumpah ini karam
tenggelam di balik cakrawala
tak lagi bicara tentang temu yang ada hanya sisa luka
Ombak memecah sunyi menjadi kepingan rindu
menyapu pasir yang kini hanya menyimpan debu
kita adalah sepasang saksi di bibir samudra
yang menolak beranjak meski diterjang dahaga
Airmata tak pernah benar-benar mengering
ia menggenang
menjadi laut yang paling hening
menampung asinnya janji yang dulu kita rangkai
sebelum akhirnya waktu membuat kita terurai
Cintaku adalah jangkar yang patah di kedalaman
abadi, meski tak pernah sampai pada pelabuhan
ia tetap setia dalam dekapan malam yang dingin
seperti doa yang luput dari pendengaran angin
Sebab di sini
di antara pantai dan laut yang pilu
airmata adalah satu-satunya bahasa tentangmu
Ia tidak usai
ia hanya diam dalam keabadian
menjadikan perpisahan sebagai satu-satunya tujuan
Pantai Padapu Sul-Teng, 06/01/2025
AAB - Terikat Air Mata
0"Keserakahan akan produktivitas adalah bentuk pengabaian terhadap diri sendiri. Menuruti kesenangan tanpa mengenal batas, pada akhirnya akan meminta pertanggungjawaban dari tubuh kita di masa tua."
Jejak yang Menagih
By: Arif Agus Bege'h
Jemari Ibu
saksi rajin yang tak pernah lelah
merajut kasih di atas kain dan mesin tua
Lentik
ayu
tanpa keluh dalam setia
Kini jemariku menagih haknya
Setelah puluhan tahun kupacu dalam ambisi
memasak
menulis
bermain musik tanpa henti
Dokter menyebutnya overused
aku menyebutnya saksi dari keserakahan diri
menyelesaikan banyak hal lupa menabung sunyi
Kini kutahu
hobi memang memanjakan jiwa
namun tubuh juga perlu jeda
agar masa tua tak sekadar sisa
tapi sisa yang berharga
Masamba Sul-Sel, 01/01/02025
AAB - Jejak Yang Menagih
0"Tuhan masih sayang pada kita yang bodoh; Ia mengulang soal ujian yang sama, hanya agar kita tak terburu-buru menyerah pada keadaan."
Ujian Yang Mengulang
By: Arif Agus Bege'h
Tuhan masih memelukku
dalam bodoh yang panjang
mengulang soal yang sama
di atas meja ujian yang retak
Aku masih saja gagap
belum menemukan kunci jawaban di antara tumpukan tanya
Padahal, mungkin bukan soalnya yang sulit
tapi kesombonganku yang belum benar-benar karam
Jika ujian ini kembali datang
aku memilih untuk tidak menghafal jawaban
tapi belajar bagaimana cara berserah
saat pena tak lagi sanggup menuliskan apa-apa
Masamba Sul-Sel, 04/05/2024
AAB - Ujian Yang Mengulang
0Tanpa Penundaan
By: Arif Agus Bege'h
By: Arif Agus Bege'h
Seberapa keras pun napas dihela dalam perjuangan
ketika garis takdir telah menjemput
segala daya manusia akan menjadi sunyi
Tidak ada pintu yang bisa menunda ajal
tidak ada ruang untuk negosiasi dengan waktu
Di ambang kepasrahan itu
jangan biarkan imanmu retak hanya karena merasa terabaikan
Jangan mencari kesalahan pada mereka yang tidak mengulurkan tangan
sebab pada akhirnya
semua akan kembali sendiri-sendiri
ke hadapan-Nya.
Jakarta, 20/10/2023
AAB - Tanpa Penundaan
0"Kendalikan isi pikiranmu sebelum pikiran itu mengendalikan nasibmu. Pikiran yang kosong adalah lahan subur bagi benih kegelisahan, namun pikiran yang sibuk dengan kebaikan adalah benteng yang kokoh bagi jiwa."
"Jangan biarkan ruang pikiranmu menjadi tempat persinggahan khayalan yang sia-sia; penuhilah ia dengan kebajikan, agar dirimu tak sempat merusak diri sendiri dengan keraguan."
Menjaga Menara Pikiran
By: Arif Agus Bege'h
Di sepanjang perjalanan yang tak pernah usai
pikiran sering kali tersesat di persimpangan sunyi
di sana, hujan sering datang tanpa diundang
membawa embun keraguan yang perlahan menjelma airmata
Namun, aku belajar menata ruang di kepala
mengisi setiap celah dengan benih kebajikan
sebab pikiran yang sibuk dengan kebaikan
takkan lagi memberi ruang bagi retak yang sia-sia
Takkan ada lagi waktu untuk merusak diri
saat jiwa sibuk membasuh letih dengan doa
biarlah hujan menghapus jejak khayalan
biarlah airmata menjadi saksi kejernihan
dalam perjalanan panjang menjemput kedamaian
Sebab diri yang teguh dalam kebaikan
telah menutup pintu bagi kesia-siaan
menjaga istana pikiran tetap benderang
di balik awan yang mencoba menghalangi pandang
Mamuju Sul-Bar, 29/06/2023
AAB - Menjaga Menara Pikiran
0Bidadari Hatiku
(Untuk Istriku Nurhasanah)
By: Arif Agus Bege'h
Di bawah langit Pantai Manakarra
kita merajut kisah
melangkah bersama
dalam perjalanan panjang yang tak selalu mudah
engkau tetap tegar
meski badai mencoba menggoyah
Setiap hujan yang jatuh membasahi bumi
seolah menjadi saksi betapa sabarnya hatimu
engkau merangkul segala kurangku dengan ikhlas
menjadi rumah tempatku berpulang saat napas terasa lepas
Dan saat airmata harus jatuh membasuh pipi
engkau tetap berdiri menyungging senyum yang berarti
Terima kasih, Nurhasanah belahan jiwa yang sejati
karena bersamamu
segala luka mampu kuobati
Dari suamimu yang selalu mencintaimu
Mamuju Sul-Bar, 31/08/2022







