AAB - Terikat Air Mata

"Jangan takut tersesat di tengah rimba kehidupan. Kadang, justru di tempat yang paling sunyi, kita menemukan diri kita yang sebenarnya."

Terikat Air Mata
By: Arif Agus Bege'h


Laut selalu tahu cara pulang ke pelukan pantai
seperti aku yang terikat pada langkahmu yang usai
sumpah ini karam
tenggelam di balik cakrawala
tak lagi bicara tentang temu yang ada hanya sisa luka

Ombak memecah sunyi menjadi kepingan rindu
menyapu pasir yang kini hanya menyimpan debu
kita adalah sepasang saksi di bibir samudra
yang menolak beranjak meski diterjang dahaga

Airmata tak pernah benar-benar mengering
ia menggenang
menjadi laut yang paling hening
menampung asinnya janji yang dulu kita rangkai
sebelum akhirnya waktu membuat kita terurai

Cintaku adalah jangkar yang patah di kedalaman
abadi, meski tak pernah sampai pada pelabuhan
ia tetap setia dalam dekapan malam yang dingin
seperti doa yang luput dari pendengaran angin

Sebab di sini
di antara pantai dan laut yang pilu
airmata adalah satu-satunya bahasa tentangmu
Ia tidak usai
ia hanya diam dalam keabadian
menjadikan perpisahan sebagai satu-satunya tujuan


Pantai Padapu Sul-Teng, 06/01/2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar