• "Jangan takut tersesat di tengah rimba kehidupan. Kadang, justru di tempat yang paling sunyi, kita menemukan diri kita yang sebenarnya."

    Terikat Air Mata
    By: Arif Agus Bege'h


    Laut selalu tahu cara pulang ke pelukan pantai
    seperti aku yang terikat pada langkahmu yang usai
    sumpah ini karam
    tenggelam di balik cakrawala
    tak lagi bicara tentang temu yang ada hanya sisa luka

    Ombak memecah sunyi menjadi kepingan rindu
    menyapu pasir yang kini hanya menyimpan debu
    kita adalah sepasang saksi di bibir samudra
    yang menolak beranjak meski diterjang dahaga

    Airmata tak pernah benar-benar mengering
    ia menggenang
    menjadi laut yang paling hening
    menampung asinnya janji yang dulu kita rangkai
    sebelum akhirnya waktu membuat kita terurai

    Cintaku adalah jangkar yang patah di kedalaman
    abadi, meski tak pernah sampai pada pelabuhan
    ia tetap setia dalam dekapan malam yang dingin
    seperti doa yang luput dari pendengaran angin

    Sebab di sini
    di antara pantai dan laut yang pilu
    airmata adalah satu-satunya bahasa tentangmu
    Ia tidak usai
    ia hanya diam dalam keabadian
    menjadikan perpisahan sebagai satu-satunya tujuan


    Pantai Padapu Sul-Teng, 06/01/2025

    AAB - Terikat Air Mata

    0


  • "Keserakahan akan produktivitas adalah bentuk pengabaian terhadap diri sendiri. Menuruti kesenangan tanpa mengenal batas, pada akhirnya akan meminta pertanggungjawaban dari tubuh kita di masa tua."

    Jejak yang Menagih
    By: Arif Agus Bege'h


    Jemari Ibu
    saksi rajin yang tak pernah lelah
    merajut kasih di atas kain dan mesin tua
    Lentik
    ayu
    tanpa keluh dalam setia

    Kini jemariku menagih haknya
    Setelah puluhan tahun kupacu dalam ambisi
    memasak
    menulis
    bermain musik tanpa henti

    Dokter menyebutnya overused
    aku menyebutnya saksi dari keserakahan diri
    menyelesaikan banyak hal lupa menabung sunyi

    Kini kutahu
    hobi memang memanjakan jiwa
    namun tubuh juga perlu jeda
    agar masa tua tak sekadar sisa
    tapi sisa yang berharga


    Masamba Sul-Sel, 01/01/02025 

    AAB - Jejak Yang Menagih

    0


  • "Tuhan masih sayang pada kita yang bodoh; Ia mengulang soal ujian yang sama, hanya agar kita tak terburu-buru menyerah pada keadaan."

    Ujian Yang Mengulang
    By: Arif Agus Bege'h


    Tuhan masih memelukku
    dalam bodoh yang panjang
    mengulang soal yang sama
    di atas meja ujian yang retak

    Aku masih saja gagap
    belum menemukan kunci jawaban di antara tumpukan tanya
    Padahal, mungkin bukan soalnya yang sulit
    tapi kesombonganku yang belum benar-benar karam

    Jika ujian ini kembali datang
    aku memilih untuk tidak menghafal jawaban
    tapi belajar bagaimana cara berserah
    saat pena tak lagi sanggup menuliskan apa-apa


    Masamba Sul-Sel, 04/05/2024

    AAB - Ujian Yang Mengulang

    0
  • Tanpa Penundaan
    By: Arif Agus Bege'h


    ​Seberapa keras pun napas dihela dalam perjuangan

    ketika garis takdir telah menjemput

    segala daya manusia akan menjadi sunyi


    Tidak ada pintu yang bisa menunda ajal

    tidak ada ruang untuk negosiasi dengan waktu


    ​Di ambang kepasrahan itu

    jangan biarkan imanmu retak hanya karena merasa terabaikan


    Jangan mencari kesalahan pada mereka yang tidak mengulurkan tangan

    sebab pada akhirnya

    semua akan kembali sendiri-sendiri

    ke hadapan-Nya.



    Jakarta, 20/10/2023

    AAB - Tanpa Penundaan

    0
  • "Kendalikan isi pikiranmu sebelum pikiran itu mengendalikan nasibmu. Pikiran yang kosong adalah lahan subur bagi benih kegelisahan, namun pikiran yang sibuk dengan kebaikan adalah benteng yang kokoh bagi jiwa."

    "Jangan biarkan ruang pikiranmu menjadi tempat persinggahan khayalan yang sia-sia; penuhilah ia dengan kebajikan, agar dirimu tak sempat merusak diri sendiri dengan keraguan."

    Menjaga Menara Pikiran
    By: Arif Agus Bege'h


    Di sepanjang perjalanan yang tak pernah usai
    pikiran sering kali tersesat di persimpangan sunyi
    di sana, hujan sering datang tanpa diundang
    membawa embun keraguan yang perlahan menjelma airmata

    Namun, aku belajar menata ruang di kepala
    mengisi setiap celah dengan benih kebajikan
    sebab pikiran yang sibuk dengan kebaikan
    takkan lagi memberi ruang bagi retak yang sia-sia

    Takkan ada lagi waktu untuk merusak diri
    saat jiwa sibuk membasuh letih dengan doa
    biarlah hujan menghapus jejak khayalan
    biarlah airmata menjadi saksi kejernihan
    dalam perjalanan panjang menjemput kedamaian

    Sebab diri yang teguh dalam kebaikan
    telah menutup pintu bagi kesia-siaan
    menjaga istana pikiran tetap benderang
    di balik awan yang mencoba menghalangi pandang


    Mamuju Sul-Bar, 29/06/2023


    AAB - Menjaga Menara Pikiran

    0


  • Bidadari Hatiku
    (Untuk Istriku Nurhasanah)
    By: Arif Agus Bege'h


    Di bawah langit Pantai Manakarra
    kita merajut kisah
    melangkah bersama
    dalam perjalanan panjang yang tak selalu mudah
    engkau tetap tegar
    meski badai mencoba menggoyah

    Setiap hujan yang jatuh membasahi bumi
    seolah menjadi saksi betapa sabarnya hatimu
    engkau merangkul segala kurangku dengan ikhlas
    menjadi rumah tempatku berpulang saat napas terasa lepas

    Dan saat airmata harus jatuh membasuh pipi
    engkau tetap berdiri menyungging senyum yang berarti

    Terima kasih, Nurhasanah belahan jiwa yang sejati
    karena bersamamu
    segala luka mampu kuobati

    Dari suamimu yang selalu mencintaimu


    Mamuju Sul-Bar, 31/08/2022

    AAB - Bidadari Hatiku

    0


  • Menanggalkan Arus
    By: Arif Agus Bege'h


    Bukan perihal kalah
    bukan pula tentang menyerah
    aku hanya sedang memulangkan detak yang sempat kau titip
    ke ruang sunyi tempat segala asa berlabuh tanpa paksa

    Sebab mencintai
    pada akhirnya
    adalah seni melepaskan
    membiarkan setiap kenangan menemukan rumahnya sendiri
    bukan lagi di saku bajuku bukan lagi di sela napasku

    Kubiarkan ia mengalir
    tak lagi kukunci dalam dekapan
    karena yang benar-benar abadi tidak akan pernah menuntut
    ia hanya perlu dibiarkan menetap sebagai sejarah
    tanpa harus kukorbankan langkahku untuk terus menjamah.


    Masamba Sul-Sel, 01/01/2022

    AAB - Menanggalkan Arus

    0
  •  

    "Kita tidak perlu menjadi batu yang hancur karena benturan. Belajarlah menjadi air; yang tetap utuh meski harus mengalah pada arah arus yang ia lalui."

    Retak Yang Bijak
    Oleh: Arif Agus Bege'h


    Badai tak memilah seberapa dalam akar tertanam
    ia hanya datang memangkas yang angkuh dan kelam
    jangan memahat diri menjadi karang yang beku
    sebab keras yang berlebih hanya mengundang retak di saku

    Kita sering lupa
    bahwa luka adalah ruang bagi cahaya
    bahwa setiap retakan adalah jalan bagi doa untuk menyapa
    mengapa harus menantang gelombang dengan dada yang sesak?
    jika pada akhirnya keangkuhan hanyalah cara tercepat untuk terkoyak

    Belajarlah menakar nasib serupa air yang mengalir
    menanggalkan ego sebelum hancur di akhir
    ia tak pernah melawan arus meski tajam menghujam
    ia justru memeluk batu hingga waktu membuatnya tenteram

    Terkadang
    kita perlu patah agar bisa melentur
    melepaskan genggaman yang membuat jiwa terkapar luntur
    sebab menjadi manusia bukanlah tentang siapa yang paling tegar
    tapi tentang siapa yang berani ikhlas
    kembali tegak
    sebelum benar-benar terkubur


    Masamba Sul-Sel, 22/11/2021

    AAB - Retak Yang Bijak

    0
  •  
    "Cinta yang sejati tidak diukur dari seberapa sering kita tertawa, melainkan dari seberapa tabah kita menanggung duka bersama. Sebab, tempat paling indah untuk berlabuh bukanlah tempat yang tanpa luka, melainkan tempat di mana kita belajar untuk tetap setia meski harus berkali-kali patah."


    Sukamaju Selatan: Sebuah Catatan Dari Dermaga Hati
    By: Arif Agus Bege'h


    Di Sukamaju Selatan langkahku terhenti
    menyapa bayang-bayang yang enggan pergi
    tanah ini bukan sekadar hamparan bumi
    ia adalah saksi
    tempat benih cinta bersemi

    Dulu, di bawah langit yang sama
    kita melukis tawa di atas kanvas luka
    Namun, cinta di sini tak selalu berbunga
    ada banyak duka yang menyamar jadi air mata

    Sukamaju Selatan
    kaulah dermaga yang kupilih
    tempatku menyandarkan lelah yang perih
    meski perih seringkali datang tanpa permisi
    di sini pula
    janji-janji kupahat dalam sunyi

    Banyak kisah telah karam menjadi debu
    tentang rindu yang tumbuh meski harus meragu
    Namun, di antara duka dan air mata yang membeku
    cintamu adalah satu-satunya pelabuhan yang kutuju

    Sukamaju Selatan
    biarlah ia menjadi prasasti yang abadi
    tempat cinta belajar untuk tidak mati
    meski harus berkali-kali patah dan kembali


    Masamba Sul-Sel, 08/07/2020

    Sukamaju Selatan: Sebuah Catatan Dari Dermaga Hati

    0
  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -