• "Janganlah menilai seseorang hanya dari seberapa besar keberaniannya dalam mengambil risiko. Nilailah ia dari seberapa besar keberaniannya untuk mengakui kesalahan dan memperbaiki keadaan saat pilihannya tidak berjalan sesuai rencana. Keberanian yang sejati tidak lari saat ia salah; ia berdiri, menerima, dan belajar."

    Bukan Sekadar Berani
    By: Arif Agus Bege'h


    Di rimba nasib yang liar dan buta
    keberanian hanyalah gerak naluri
    melompat tanpa tanya menerjang tanpa jeda
    seperti binatang yang tak kenal hari nanti
    hanya lapar dan ingin yang membakar diri

    Namun menjadi manusia adalah soal lain
    tentang berdiri tegak saat badai menghantam
    bukan sekadar berani memecah batin
    tapi berani memeluk luka yang terpendam
    dan menanggung beban di tengah malam yang kelam

    Sebab keberanian tanpa pikul tanggung jawab
    hanyalah debu yang diterbangkan angin sesaat
    tampak gagah di permukaan namun kosong di jawab
    menyisakan puing penyesalan yang terpahat
    pada jejak kaki yang hilang sebelum sempat melihat

    Kita adalah pengemudi atas pilihan sendiri
    keberanian hanyalah akselerasi di atas aspal
    tapi tanggung jawablah yang menjaga kemudi
    agar tak karam di jurang yang paling dangkal
    saat ego berteriak
    namun nurani harus menangkal

    Maka jika kau tanya apa itu sejati berani
    ia bukan tentang siapa yang paling cepat melaju
    tapi siapa yang tersisa berdiri di ujung sini
    ketika konsekuensi menagih janji yang dulu terpaku
    berani berbuat
    berani menanggung restu waktu


    Palopo Sul-Sel, 07/04/2025

    AAB - Bukan Sekedar Berani

    0


  • "Hidup tidak menunggu kita selesai berlari. Ia hanya ada saat kita berhenti sejenak, duduk, dan menyadari keberadaan kita sendiri."

    Seduh
    By: Arif Agus Bege'h


    Kemarin telah terkunci rapat
    bersama luka dan sisa hujan yang luruh
    hari ini
    aku hanya menyeduh waktu
    menerima pahit dan harum yang bersetubuh

    Perjalanan tak perlu digenggam erat
    biarkan retak di jiwa memantul
    sebab hidup dalam segala retak dan napasnya
    hanya benar-benar ada saat kita menyadarinya


    Masamba Sul-Sel, 01/02/2025 

    AAB - Seduh

    0
  • "Jangan takut tersesat di tengah rimba kehidupan. Kadang, justru di tempat yang paling sunyi, kita menemukan diri kita yang sebenarnya."

    Terikat Air Mata
    By: Arif Agus Bege'h


    Laut selalu tahu cara pulang ke pelukan pantai
    seperti aku yang terikat pada langkahmu yang usai
    sumpah ini karam
    tenggelam di balik cakrawala
    tak lagi bicara tentang temu yang ada hanya sisa luka

    Ombak memecah sunyi menjadi kepingan rindu
    menyapu pasir yang kini hanya menyimpan debu
    kita adalah sepasang saksi di bibir samudra
    yang menolak beranjak meski diterjang dahaga

    Airmata tak pernah benar-benar mengering
    ia menggenang
    menjadi laut yang paling hening
    menampung asinnya janji yang dulu kita rangkai
    sebelum akhirnya waktu membuat kita terurai

    Cintaku adalah jangkar yang patah di kedalaman
    abadi, meski tak pernah sampai pada pelabuhan
    ia tetap setia dalam dekapan malam yang dingin
    seperti doa yang luput dari pendengaran angin

    Sebab di sini
    di antara pantai dan laut yang pilu
    airmata adalah satu-satunya bahasa tentangmu
    Ia tidak usai
    ia hanya diam dalam keabadian
    menjadikan perpisahan sebagai satu-satunya tujuan


    Pantai Padapu Sul-Teng, 06/01/2025

    AAB - Terikat Air Mata

    0


  • "Keserakahan akan produktivitas adalah bentuk pengabaian terhadap diri sendiri. Menuruti kesenangan tanpa mengenal batas, pada akhirnya akan meminta pertanggungjawaban dari tubuh kita di masa tua."

    Jejak yang Menagih
    By: Arif Agus Bege'h


    Jemari Ibu
    saksi rajin yang tak pernah lelah
    merajut kasih di atas kain dan mesin tua
    Lentik
    ayu
    tanpa keluh dalam setia

    Kini jemariku menagih haknya
    Setelah puluhan tahun kupacu dalam ambisi
    memasak
    menulis
    bermain musik tanpa henti

    Dokter menyebutnya overused
    aku menyebutnya saksi dari keserakahan diri
    menyelesaikan banyak hal lupa menabung sunyi

    Kini kutahu
    hobi memang memanjakan jiwa
    namun tubuh juga perlu jeda
    agar masa tua tak sekadar sisa
    tapi sisa yang berharga


    Masamba Sul-Sel, 01/01/02025 

    AAB - Jejak Yang Menagih

    0


  • "Tuhan masih sayang pada kita yang bodoh; Ia mengulang soal ujian yang sama, hanya agar kita tak terburu-buru menyerah pada keadaan."

    Ujian Yang Mengulang
    By: Arif Agus Bege'h


    Tuhan masih memelukku
    dalam bodoh yang panjang
    mengulang soal yang sama
    di atas meja ujian yang retak

    Aku masih saja gagap
    belum menemukan kunci jawaban di antara tumpukan tanya
    Padahal, mungkin bukan soalnya yang sulit
    tapi kesombonganku yang belum benar-benar karam

    Jika ujian ini kembali datang
    aku memilih untuk tidak menghafal jawaban
    tapi belajar bagaimana cara berserah
    saat pena tak lagi sanggup menuliskan apa-apa


    Masamba Sul-Sel, 04/05/2024

    AAB - Ujian Yang Mengulang

    0
  • Tanpa Penundaan
    By: Arif Agus Bege'h


    ​Seberapa keras pun napas dihela dalam perjuangan

    ketika garis takdir telah menjemput

    segala daya manusia akan menjadi sunyi


    Tidak ada pintu yang bisa menunda ajal

    tidak ada ruang untuk negosiasi dengan waktu


    ​Di ambang kepasrahan itu

    jangan biarkan imanmu retak hanya karena merasa terabaikan


    Jangan mencari kesalahan pada mereka yang tidak mengulurkan tangan

    sebab pada akhirnya

    semua akan kembali sendiri-sendiri

    ke hadapan-Nya.



    Jakarta, 20/10/2023

    AAB - Tanpa Penundaan

    0
  • "Kendalikan isi pikiranmu sebelum pikiran itu mengendalikan nasibmu. Pikiran yang kosong adalah lahan subur bagi benih kegelisahan, namun pikiran yang sibuk dengan kebaikan adalah benteng yang kokoh bagi jiwa."

    "Jangan biarkan ruang pikiranmu menjadi tempat persinggahan khayalan yang sia-sia; penuhilah ia dengan kebajikan, agar dirimu tak sempat merusak diri sendiri dengan keraguan."

    Menjaga Menara Pikiran
    By: Arif Agus Bege'h


    Di sepanjang perjalanan yang tak pernah usai
    pikiran sering kali tersesat di persimpangan sunyi
    di sana, hujan sering datang tanpa diundang
    membawa embun keraguan yang perlahan menjelma airmata

    Namun, aku belajar menata ruang di kepala
    mengisi setiap celah dengan benih kebajikan
    sebab pikiran yang sibuk dengan kebaikan
    takkan lagi memberi ruang bagi retak yang sia-sia

    Takkan ada lagi waktu untuk merusak diri
    saat jiwa sibuk membasuh letih dengan doa
    biarlah hujan menghapus jejak khayalan
    biarlah airmata menjadi saksi kejernihan
    dalam perjalanan panjang menjemput kedamaian

    Sebab diri yang teguh dalam kebaikan
    telah menutup pintu bagi kesia-siaan
    menjaga istana pikiran tetap benderang
    di balik awan yang mencoba menghalangi pandang


    Mamuju Sul-Bar, 29/06/2023


    AAB - Menjaga Menara Pikiran

    0


  • Bidadari Hatiku
    (Untuk Istriku Nurhasanah)
    By: Arif Agus Bege'h


    Di bawah langit Pantai Manakarra
    kita merajut kisah
    melangkah bersama
    dalam perjalanan panjang yang tak selalu mudah
    engkau tetap tegar
    meski badai mencoba menggoyah

    Setiap hujan yang jatuh membasahi bumi
    seolah menjadi saksi betapa sabarnya hatimu
    engkau merangkul segala kurangku dengan ikhlas
    menjadi rumah tempatku berpulang saat napas terasa lepas

    Dan saat airmata harus jatuh membasuh pipi
    engkau tetap berdiri menyungging senyum yang berarti

    Terima kasih, Nurhasanah belahan jiwa yang sejati
    karena bersamamu
    segala luka mampu kuobati

    Dari suamimu yang selalu mencintaimu


    Mamuju Sul-Bar, 31/08/2022

    AAB - Bidadari Hatiku

    0


  • Menanggalkan Arus
    By: Arif Agus Bege'h


    Bukan perihal kalah
    bukan pula tentang menyerah
    aku hanya sedang memulangkan detak yang sempat kau titip
    ke ruang sunyi tempat segala asa berlabuh tanpa paksa

    Sebab mencintai
    pada akhirnya
    adalah seni melepaskan
    membiarkan setiap kenangan menemukan rumahnya sendiri
    bukan lagi di saku bajuku bukan lagi di sela napasku

    Kubiarkan ia mengalir
    tak lagi kukunci dalam dekapan
    karena yang benar-benar abadi tidak akan pernah menuntut
    ia hanya perlu dibiarkan menetap sebagai sejarah
    tanpa harus kukorbankan langkahku untuk terus menjamah.


    Masamba Sul-Sel, 01/01/2022

    AAB - Menanggalkan Arus

    0
  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -