Sayap Yang Patah
By: Arif Agus Bege'h
Sebelah sayap terkulai di puncak sepi
bukan sekadar patah
namun kehilangan arah
dalam perjalanan lapar yang tak terobati
raga terhuyung di bawah langit yang kian resah
Saat pasangan pergi
dunia mendadak runtuh
meninggalkan hujan duka di ruang dada
tangan masih bekerja
meski hati yang rapuh
hanya mampu menampung sisa kenangan yang ada
Rumah adalah surga atau api yang membakar
tempat anak-anak mencari aman dari cemas
sebab kasih sayang adalah tiang yang dipijar
agar nestapa tak menjadi penghuni yang ganas
Tahun tahun berlalu
luka kini terbungkus rapi
walau airmata tak pernah benar-benar mengering
ia menjelma kenangan yang enggan pergi
menjadi detak yang tetap berdenyut meski genting
Bangkitlah
meski pincang membelah waktu
hidup adalah takdir yang harus terus bernapas
Meski sayap sebelah telah kaku dan bisu
langit tetap harus ditaklukkan
tanpa batas
Masamba Sul-Sel, 03/03/2026
AAB - Sayap Yang Patah
0 "Jangan pernah biarkan kelengahan menjadi celah bagi orang lain untuk merampas hakmu, karena di dunia ini, seringkali ada mata yang menunggu untuk mengklaim apa yang kau jatuhkan."
Sang Penunggu Di Dua Alam
Keliang Kelambang
Etek Etek Ale Ale
Lapah Tiyan Mele Mangan
Ngeresek Dalem Bale...
Aku adalah Keliang
yang terbang membubung tinggi
mata awasku adalah lensa tajam di angkasa raya
menyisir cakrawala
mencari napas yang terengah
Langkah yang salah
niat yang goyah
kau adalah sasaran bidik tumbal yang kusemai
dalam lapar yang tak pernah usai
Keliang, Kelambang...
Ataukah aku adalah kelambang
sang bayang-bayang?
yang merayap di sela akar menunggu kau terpeleset jatuh
Aku adalah kesabaran yang busuk
menanti gravitasi bekerja untukku
agar saat tubuhmu menyentuh tanah
kukoyak dagingmu menjadi potongan-potongan sejarah
untuk anak-anakku
generasi yang lahir dari rasa lapar
agar mereka menelanmu memamah setiap sesalmu dengan nikmat
Kita adalah simbiosis dari ketakutan dan kelengahan
keliang dan kelambang dalam satu nama yang sama
kita mencari manusia yang tertidur dalam janjinya
menunggu celah di mana moralitas mulai luruh
lalu mengambil bagian mengklaim hak yang kita sebut "milik"
di atas sisa-sisa mangsa yang tak lagi memiliki suara
Sebab di dunia yang fana ini
jika bukan menjadi yang mengintai dari atas
maka kau adalah yang dikoyak di bawah
dan aku?
aku hanya sedang memilih peran
sebelum akhirnya kita semua pun menjadi santapan
oleh waktu yang jauh lebih lapar dari kita berdua
Masamba Sul-Sel, 01/02/2026
AAB - Sang Penunggu Di Dua Alam
0"Jangan menyesal jika kejujuranmu melukai mereka; sebab terkadang, kebenaran adalah satu-satunya obat yang mampu menyadarkan jiwa dari candu kebohongan yang mematikan."
Topeng Yang Rapuh
By: Arif Agus Bege'h
Kejujuran adalah pedang bermata dua
ia memangkas duri di jalan yang benar
namun seringkali melukai mereka yang terbiasa
mencari kenyamanan di balik topeng yang samar
Bagi mereka
kebenaran adalah badai yang mengusik
menghancurkan istana pasir yang dibangun dari dusta
mereka memilih menelan madu yang beracun
daripada mencicipi pahitnya kenyataan yang menjaga jiwa
Engkau memberinya cermin yang jernih
namun ia lebih suka bayangan yang menipu
dunia yang kau tawarkan terasa terlalu perih
karena meruntuhkan segala khayal yang semu
Mereka membutuhkan dusta sebagai penopang
agar hari-harinya tetap terasa hangat di dada
sebab saat kejujuran datang menerjang
runtuhlah semua kenyamanan yang mereka jaga
Karena pada akhirnya,
Ada hati yang enggan melihat dunia apa adanya;
Mereka hanya ingin dunia yang membenarkan,
Segala keinginan yang mereka sembunyikan.
Masamba Sul-Sel, 11/11/2025
AAB - Topeng Yang Rapuh
0
"Meski raga seseorang yang kita cintai telah tiada dan terpisahkan oleh dimensi yang berbeda (fana dan baka), rasa cinta dan kenangan yang ditinggalkan tidak akan pernah terkikis oleh waktu."
Untuk Sang Putri Hujan
By: Arif Agus Bege'h
Kelabu langit meluruhkan gerimis
membasahi tanah, menyalakan rindu
pada sebuah nama yang tak pernah kikis
menggema sunyi di ruang kalbu
Wahai Sang Putri Hujan...
kepergianmu meninggalkan senyap memanjang
di atas pusara basah air mata
jemari bertaut, doa-doa melangit lantang
Nisan beku ini saksi batin yang lara
bahwa rindu tak tersekat fana dan baka
kau adalah rintik penyejuk jiwa
meski raga kini gaib dari netra
Damailah engkau dalam keabadian
di dekap tenang tempat senyuman
biar untaian doa menjadi jembatan
penyimpul rindu yang takkan terputuskan
Morowali Sul-Teng, 12/09/2025
AAB - Untuk Sang Putri Hujan
0"Jangan pernah berharap pada perubahan jika kita masih memelihara pelaku yang sama. Sebab untuk membangun keadilan yang sejati, kita harus berani meruntuhkan tirani hingga ke akar-akarnya.
Runtuhnya Tirani
By: Arif Agus Bege'h
Sejarah tak pernah ditulis tenang
ia basah oleh peluh dan darah
sistem yang kokoh membatu
menjadi tirani yang menindas waktu
Wajah-wajah itu masih sama
menjaga takhta dalam sandiwara
mereka karang
kita arusnya
harus runtuh sampai ke akarnya
Tak ada guna menambal bejana
jika retak sudah di jiwa
perlawanan bukan lagi pilihan
melainkan jalan menuju pembebasan
Tuntas adalah harga mati
agar fajar tak lagi tersembunyi
runtuhkan yang lama dan busuk
bangun keadilan
meski harus menusuk.
Morowali Sul-Teng, 30/08/2025
AAB - Runtuhnya Tirani
0"Jangan menyesali rute yang salah, karena setiap tikungan adalah guru bagi sang pengemudi. Kedewasaan bukanlah tentang ke mana kendaraan itu melaju, melainkan tentang seberapa tenang hati kita saat memegang kendali di tengah badai."
Sang Pengemudi Waktu
By: Arif Agus Bege'h
Tubuh ini hanyalah raga yang diam
namun kepribadian adalah ruh yang bergerak
ia sang pengemudi yang menempuh jalan
melewati terjalnya usia dan curamnya pengalaman
Kita tak pernah benar-benar sampai
karena setiap kilometer mengubah cara pandang
pengemudi hari ini bukan lagi diri yang dulu
ia telah ditempa oleh badai dan teduhnya senja
Tak perlu mencari kemiripan di jalanan
sebab setiap jiwa memiliki peta yang unik
biarkan dirimu melaju dengan caramu sendiri
karena keindahan perjalanan terletak pada kendali yang berani
Morowali Sul-Teng, 17/08/2025
AAB - Sang Pengemudi Waktu
0
"Saat kita berkata 'kesabaran ada batasnya', sebenarnya kita sedang menutup pintu-pintu rezeki. Sebab rezeki mencari jiwa yang sanggup meluaskan cakrawala hati."
Fatamorgana Sebuah Batas
By: Arif Agus Bege'h
Sabar bukan bejana terbatas
bukan pula titik yang lekas tumpah
batas itu hanyalah fatamorgana
garis ego yang kita lukis sendiri
Saat kau sebut sabar berbatas
kau sedang mengunci pintu rezeki
sebab berkah enggan memeluk jiwa
yang berhenti di tepian lelah
Rezeki mencari hati yang luas
menunggu sabar yang tak bertepi
bukan untuk mereka yang menyerah
saat ujian datang menyapa diri
Kesabaran adalah perjalanan panjang
bukan pemberhentian yang semu
meluaslah melampaui logika sempit
agar semesta memberi jalan pulang
Jangan batasi sabarmu hari ini
karena setiap inci yang kau luaskan
adalah pintu berkah yang terbuka
membuka jalan bagi rezeki tak terduga
Batas Sulsel - Sulteng, 11/07/2025
AAB - Fatamorgana Sebuah Batas
0"Janganlah menilai seseorang hanya dari seberapa besar keberaniannya dalam mengambil risiko. Nilailah ia dari seberapa besar keberaniannya untuk mengakui kesalahan dan memperbaiki keadaan saat pilihannya tidak berjalan sesuai rencana. Keberanian yang sejati tidak lari saat ia salah; ia berdiri, menerima, dan belajar."
Bukan Sekadar Berani
By: Arif Agus Bege'h
Di rimba nasib yang liar dan buta
keberanian hanyalah gerak naluri
melompat tanpa tanya menerjang tanpa jeda
seperti binatang yang tak kenal hari nanti
hanya lapar dan ingin yang membakar diri
Namun menjadi manusia adalah soal lain
tentang berdiri tegak saat badai menghantam
bukan sekadar berani memecah batin
tapi berani memeluk luka yang terpendam
dan menanggung beban di tengah malam yang kelam
Sebab keberanian tanpa pikul tanggung jawab
hanyalah debu yang diterbangkan angin sesaat
tampak gagah di permukaan namun kosong di jawab
menyisakan puing penyesalan yang terpahat
pada jejak kaki yang hilang sebelum sempat melihat
Kita adalah pengemudi atas pilihan sendiri
keberanian hanyalah akselerasi di atas aspal
tapi tanggung jawablah yang menjaga kemudi
agar tak karam di jurang yang paling dangkal
saat ego berteriak
namun nurani harus menangkal
Maka jika kau tanya apa itu sejati berani
ia bukan tentang siapa yang paling cepat melaju
tapi siapa yang tersisa berdiri di ujung sini
ketika konsekuensi menagih janji yang dulu terpaku
berani berbuat
berani menanggung restu waktu
Palopo Sul-Sel, 07/04/2025
AAB - Bukan Sekedar Berani
0"Hidup tidak menunggu kita selesai berlari. Ia hanya ada saat kita berhenti sejenak, duduk, dan menyadari keberadaan kita sendiri."
Seduh
By: Arif Agus Bege'h
Kemarin telah terkunci rapat
bersama luka dan sisa hujan yang luruh
hari ini
aku hanya menyeduh waktu
menerima pahit dan harum yang bersetubuh
Perjalanan tak perlu digenggam erat
biarkan retak di jiwa memantul
sebab hidup dalam segala retak dan napasnya
hanya benar-benar ada saat kita menyadarinya
Masamba Sul-Sel, 01/02/2025








