By: Arif Agus Bege’h
Kita adalah peziarah di dalam waktu
meminjam sekejap napas dari semesta yang kelu
berdiri di atas tanah yang terus menua dan runtuh
membawa raga yang perlahan luruh
Waktu adalah arsitek yang sunyi membangun
batas di setiap jengkal ilusi
ketika suara membeku dan ego mencair
kita tersadar, fana adalah muara akhir
Sesak ini bukanlah sebuah ketakutan
melainkan benturan kesadaran dan keterbatasan
bahwa setiap entitas yang meruang dalam temu
pasti melebur kembali pada ketunggalan yang rindu
Materi akan kembali menjadi debu kosmis
air mata menguap dari sejarah yang tragis
namun substansi jiwa tak pernah benar-benar
mati ia bersemayam dalam doa, melampaui dimensi hari
Maka eksistensi ini adalah ruang pengisian
bukan tentang durasi, tapi tentang esensi kebaikan
sebab sebelum takdir menutup pintu tanpa mengetuk
pastikan jejakmu telah bermakna bagi semesta yang merunduk
Tarailu Sul-Bar, 29/11/2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar