Alamat Rindu Yang Salah
By: Arif Agus Bege'h
Sebuah pertanyaan mengetuk pintu langit,
"Benarkah rindu membunuhmu?"
kau menatap langit-langit sepi
menyimpan jawab di balik kalender usang
Titipkan resah pada Bintang yang tinggi
atau Matahari yang membakar ufuk
berapa pun bekal di dalam dada
segalanya menjelma kesia-siaan mutlak
Menaruh harap pada jarak tak bertepi
hanya membuat perjalanan kehilangan arah
kaki melangkah tanpa pernah sampai
sementara waktu merampas sisa usia
Lalu hujan turun tanpa ketukan
membawa aroma tanah yang dingin
ia kembali mendikte tanggal kadaluarsa
yang kau catat dengan jemari gemetar
Di sudut kamar yang remang
airmata jatuh tanpa sempat dicegah
bukan ratapan kalah melainkan cara rindu
untuk pamit dan larut ke bumi
Matahari tetap api tak tersentuh
bintang hanyalah kerlip yang angkuh
mereka tak peduli pada dada
yang salah alamat
Kini biarkan malam selesai
rindu tidak benar-benar membunuhmu
ia hanya menyisakan baris kertas tua
berbekal rindu pada langit
kau takkan pernah menang
Mamuju Sul-Bar, 03/03/2022

Tidak ada komentar:
Posting Komentar