Cukuplah Engkau Penolongku
By: Arif Agus B
Aku mencari kabar baik
di layar yang tak pernah lelah menyala
lalu kusadari
langit tak pernah memakai notifikasi
untuk menyampaikan kasih-Nya
Hujan tidak meminta tepuk tangan
ia jatuh basahi bumi
lalu pergi tanpa menagih pujian
Aku berkali-kali menyalahkan waktu
karena doa terasa jauh
padahal yang berlari
bukan jawaban-Mu
melainkan kesabaranku
Ada pintu yang tetap tertutup
aku mengira itu penolakan
ternyata Engkau sedang menyuruhku
melepaskan kesombongan
yang kubawa sebagai bekal
Manusia sibuk menghitung harta
langit sibuk menghitung amal
aku terlambat mengerti
yang berat di bumi
belum tentu bernilai di hadapan-Mu
Saat malam terasa paling sunyi
aku belajar satu hal
gelap bukan musuh cahaya
melainkan ruang
agar harapan terlihat lebih terang
Aku tak lagi meminta
jalan yang selalu mudah
aku hanya memohon
hati yang tetap teguh
saat langkah mulai goyah
Hari demi hari
mengajariku satu kalimat sederhana
percaya kepada-Mu
lebih menenangkan
daripada mengendalikan segalanya
Bila seluruh jalan tampak buntu
aku masih mengenal satu arah
menengadah...
lalu bersujud
di situlah harapan selalu lahir kembali
Mamuju Sul-Bar, 26/11/2022
"Bukankah Allah mencukupi hamba-Nya?"
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ
Alaisa-llāhu bikāfin 'abdahū
"Bukankah Allah sudah cukup sebagai Penolong bagi hamba-Nya?"
(QS. Az-Zumar: 36)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar