Sajak Istigfar Kadaluarsa

 

"Kita adalah seniman ulung yang pandai bersandiwara. Mulut sibuk mengetuk pintu ampunan, sementara hati diam-diam sedang merancang jadwal dosa untuk esok hari. Sebuah tamparan untuk diri saya sendiri... Istigfar Kedaluwarsa."

Istigfar Kedaluwarsa
By: Arif Agus Bege'h


Mulutku begitu fasih mengucap istigfar
setelah noda hitam selesai kurajut dalam gelap
air mata buatan menetes di atas sajadah
berpura-pura menyesali khilaf yang telanjur nikmat

Namun di sudut hati yang paling sunyi
sebuah bisikan iblis justru sedang menari
ia membatin dengan sangat riang:
"Besok sore, seru juga kalau diulangi lagi."

Sungguh komedi iman yang tak tahu malu
meminta ampunan hanya untuk mengosongkan ruang
agar dosa berikutnya punya tempat yang lapang
untuk kembali ditimbun tanpa rasa ngeri

Aku menjadikan taubat sebagai masa jeda
bukan akhir dari sebuah perjalanan sesat
meremehkan murka Sang Maha Mengetahui
seolah neraka hanyalah cerita fiksi penakut

Tuhan
runtuhkan keangkuhan tobat yang palsu ini
sebelum ajal datang memutus kontrak maksiat
ganti debar haram di dada ini
menjadi ketakutan yang jujur pada siksa-Mu


Masamba Sul-Sel, 24/04/2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar