Menatap Mata Raksasa
By: Arif Agus Bege'h
di mana bayang-bayang menari
sesosok insan kecil menapak
mencari jati diri di setiap jejak
Perjalanan jauh telah ditempuh
melalui onak dan duri yang rapuh
diiringi gemuruh guntur di kejauhan
menyisakan lelah dan kepasrahan
Tiba-tiba
bangkitlah raksasa tanpa kata
harimau perkasa dengan tatapan tajam
matanya bersinar
Lengan kekar
setiap ototnya tampak menggerincing
membuat nyali siapa pun surut dan pergi
Pria itu terhenti
keberaniannya seakan sirna
di sinilah ketakutan terbesar mengintai
di hadapan makhluk yang siap menerkam
Lalu langit meredup
Turunlah hujan
membasahi tanah
seakan langit pun merasakan
Airmata jatuh menetes di pipi
bercampur dengan air hujan yang murni
bukan air mata ketakutan
tetapi air mata pelepasan
Di saat itulah
ketenangan jiwa mulai merasuki diri
dia menyadari
tetapi tentang kemampuannya untuk tetap tenang
dia mengangkat wajahnya
tanpa rasa takut
di mata itu
tetapi pantulan dirinya sendiri
Harimau itu terdiam
seakan memahami bahasa kalbu
tidak ada auman
hanya sebuah penghormatan yang sunyi
dalam momen itu
bahwa ketakutan terbesar dalam hidupnya
dia tidak perlu melarikan diri
dia hanya perlu berdiri tegak
Perjalanan terus berlanjut
hati pria itu kini tenang
dia telah menemukan keberanian sejati dalam dirinya
sebuah kekuatan yang jauh lebih besar
Masamba Sul-Sel, 06/05/2026
AAB : Menatap Mata Raksasa
0By: Arif Agus Bege'h
Sesekali kupanggil dirimu dalam senyap
sebab senyummu tak pernah lelah merayu setiap denyut jantungku
seakan engkau ingin bertahta dalam setiap degub dan hela napasku
Sesekali kurapal bayangmu
karena kutahu engkau pun tak jarang menyertakanku
menjadi penyempurna doa dan mantra penenang hati yang sedang bergelombang
Sesekali kusebut engkau
saat terdiam dalam waktu yang tidak sebentar
seakan semesta turut merenung
menyimak hasrat dan harapan untuk seorang kekasih idaman
sepertimu.
Izinkan aku kali ini tetap sesekali memanggilmu
dalam diam
dalam harapan
dalam ketulusan rindu yang tiada terkira
dalam cahaya yang tak satupun mampu membuatnya jadi gelap
Hanya untukmu yang sesekali kusebut
sebab yakinlah bahwa ketika hari itu tiba
tiada lagi waktu terbuang sebagai antara untuk saling mencari
hanya ada panggilan mesra sebagai tanda ketulusan kasih dan sayang kita
untuk selamanya.
Sesekali kupanggil engkau dengan segenap rasa
meskipun siapapun namamu di dunia nyata
engkau tetaplah cahaya tunggal di jiwaku
Masamba Sul-Sel, 21/03/2015
AAB : Cahaya di Relung Jiwa
0AAB - Sayap Yang Patah
0AAB - Sang Penunggu Di Dua Alam
0AAB - Topeng Yang Rapuh
0
Untuk Sang Putri Hujan
By: Arif Agus Bege'h
Kelabu langit meluruhkan gerimis
membasahi tanah, menyalakan rindu
pada sebuah nama yang tak pernah kikis
menggema sunyi di ruang kalbu
Wahai Sang Putri Hujan...
kepergianmu meninggalkan senyap memanjang
di atas pusara basah air mata
jemari bertaut, doa-doa melangit lantang
Nisan beku ini saksi batin yang lara
bahwa rindu tak tersekat fana dan baka
kau adalah rintik penyejuk jiwa
meski raga kini gaib dari netra
Damailah engkau dalam keabadian
di dekap tenang tempat senyuman
biar untaian doa menjadi jembatan
penyimpul rindu yang takkan terputuskan
Morowali Sul-Teng, 12/09/2025
AAB - Untuk Sang Putri Hujan
0AAB - Runtuhnya Tirani
0AAB - Sang Pengemudi Waktu
0








