Sajak Tiket Murahan

"Kita semua punya mimpi yang sama: masuk surga tanpa antre, duduk di fasilitas VIP-Nya. Tapi malam ini, mari kita tengok isi dompet dan hati kita sendiri... Sebuah sajak untuk kita yang sering berniat pamer pada dunia, tapi pelit pada Sang Pencipta: Tiket Murahan."


Tiket Murahan

By: Arif Agus Bege'h 



Aku bermimpi menembus firdaus lewat jalur VIP,

melenggang santai tanpa antrean hisab yang panjang.

Menginginkan tempat terbaik di sisi kanan Arsy,

bersanding dengan para kekasih Tuhan.


Namun saat kotak amal kayu itu bergeser mendekat,

jemariku mendadak menjadi sangat selektif.

Meraba sudut paling gelap di dasar dompet,

mencari lembaran yang paling tak berharga.


Kumasukkan selembar uang lecek bernilai receh,

sisa kembalian belanja yang hampir robek ujungnya.

Itulah harga yang kubayar dengan penuh kerelaan,

untuk menebus takhta di surga yang megah.


Sungguh dagangan yang tidak tahu diri

meminta fasilitas mewah tanpa batas waktu,

tapi membayar dengan sisa-sisa harta fana

yang bahkan tak cukup untuk membeli kopi.


Tuhan

ampuni hamba-Mu yang pelit ini,

yang selalu perhitungan pada Sang Pemilik Rezeki.

Ketuk hati yang bebal ini sebelum terlambat,

agar tahu cara membeli pulang yang terhormat.



Mamuju Sul-Bar, 15/01/2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar