Sajak Mantera Jiwa


Mau tahu rahasia sebuah ucapan jadi nyata? Simak sajak ini..!

Mantera Jiwa
By: Arif Agus Bege'h


Ia bukan magis yang lahir dari asap dupa,
bukan pula rahasia yang terkubur di balik rupa.
Sebab getaran tertinggi tidak butuh upacara,
ia hanya butuh sebaris niat yang menyala.

Mantera hanyalah pakaian bagi sebuah rasa,
kalimat yang dipilih untuk mengikat masa.
Ketika bibir mengucap dan hati mengiyakan,
di sanalah hukum sebab-akibat mulai berjalan.

Tak perlu altar megah atau malam yang dikeramatkan,
jika jiwa telah bulat dalam satu ketetapan.
Sebab keajaiban tidak tunduk pada dekorasi,
ia patuh pada ketulusan yang murni di dalam diri.

Bahkan jika ia meluncur dari lisan yang tercela,
atau keluar dari pekatnya mulut sang buaya.
Kebenaran dari sebuah janji takkan pernah luntur,
ia tetap tegak, berjalan tanpa bisa diundur.

Kata-kata adalah kontrak yang tak tertulis,
antara tekad manusia dan takdir yang mengiris.
Sekali komitmen sejati telah dikunci,
seluruh semesta bergerak untuk menepati.

Maka jagalah setiap bahasa yang kau lepaskan,
ia bukan sekadar angin yang lewat di keheningan.
Ada daya yang hidup di balik setiap ketukan,
menjadi nyata lewat apa yang kau sepakati kemudian.

Sebab pada akhirnya, kekuatan itu sangat sederhana:
ia adalah janji setia antara kau dan pencipta rasa.
Tak peduli siapa atau bagaimana ia disuarakan,
jika tekad telah mengunci, wujudnya takkan tertahankan.


Mamuju Sul-Bar, 09/09/2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar