"Puisi ini adalah renungan bagi mereka yang memegang amanah sebagai penjaga kualitas sastra, namun memilih untuk berpaling dari tanggung jawabnya."
Matinya Sang Penjaga
By: Arif Agus Bege'h
Ia memoles kata
namun jiwanya beku
hanya menjual sanjungan di atas debu
tak ada bedah makna
tak ada api yang menyala
sastra baginya hanyalah panggung penuh tipu daya
Mata tertutup pada luka dan duka
pena tumpul
digerogoti kepentingan celaka
ia pengkhianat yang memilih bungkam
membiarkan karya berharga mati terendam
Seharusnya kompas bagi pembaca yang sesat
Kini malah menyesatkan dengan pujian sesaat
ia biarkan mediokritas tumbuh subur dan meraja
menjadikan sastra sekadar komoditas belaka
Tak ada kritik
hanya gema yang basi
kehilangan nurani
tenggelam dalam distorsi
martabatnya gugur di meja yang sunyi
membunuh ruh kata dengan nalar yang mati
Wahai penista aksara yang terlelap dalam semu
sejarah mencatat khianatmu dengan abu
saat kau abaikan esensi dan kedalaman
sastra hanyalah bangkai dalam kehampaan
Mamuju Sul-Bar, 09/09/2022