AAB - Menakar Jejak


Menakar Jejak

By: Arif Agus Bege'h



Ada yang merangkak dari palung sepi

menukar malam dengan peluh yang legam

darah dan air mata membasahi jemari

menjadi fondasi yang dipaksa tegak

demi menjemput sebaris harapan


Ada yang memeluk takdir kemudahan,

melangkah di atas karpet bentangan

uluran tangan karib atau warisan masa lalu

menjadi sayap yang menerbangkan langkah

tanpa perih sebutir kerikil


Puncak tak pernah bertanya tentang awal

ia hanya tempat angin menguji ingatan

di titik tertinggi yang dingin itu

segala megah genggaman dunia

meluruh menjadi pertanggungjawaban


Bukan seberapa tinggi tempatmu berdiri

melainkan ke mana arah tangan setelah menggenggam

dunia ruang singgah yang teramat singkat

setiap remah materi yang kau bawa

kelak menagih jawaban di keabadian


Harta yang dipetik dari ranting suci

dirawat syukur yang senantiasa membumi

akan menjelma ketenteraman jiwa

membawa kedamaian yang menembus waktu

hingga ke seberang liang lahat


Mahkota yang kau beli dari cawan dosa

ditebus tangis hak yang kau rampas

lalu telunjukmu pongah menantang langit

menjadi jubah emas untuk merendahkan

mereka yang tertatih di bawah


Kemewahan itu sebatas fatamorgana

perhiasan semu yang menjerat leher

setiap tepuk tangan yang kau telan

berubah menjadi bara pembakar dada

menyeret jiwa ke lembah nista


Kesuksesan sejati bukan penuhnya saku

bukan pula riuh nama yang diagungkan

ia adalah ketundukan sebuah hati

yang tahu cara berbagi tanpa meninggi

menjaga langkah tetap membumi


Di ujung hari yang meredup

mari merakit kembali doa tulus

semoga segumpal daging di dada

dibersihkan dari karat penyakit hati

agar pulang dalam pelukan kedamaian



Mamuju Sul-Bar, 02/07/2023


Tidak ada komentar:

Posting Komentar