•  
    Sajak ini saya tulis sebagai pengingat, sekaligus kritik tajam bagi mereka yang gemar menebar kata, namun takut memikul konsekuensinya. Inilah: 'Di Balik Topeng Kata'."


    Di Balik Topeng Kata
    By: Arif Agus Bege'h


    Di balik bayang-bayang kau sembunyikan nama
    merangkai diksi indah namun penuh dusta
    kau biarkan jemari menari tanpa raga
    tak berani menatap terang di depan mata

    Apa guna sajak jika tak berani diakui?
    hanya kepengecutan yang kau bungkus rapi
    menyebar racun pikiran di sunyinya sepi
    lalu berlari saat badai kritik menghampiri

    Penyair sejati memikul beban di pundaknya
    menuliskan kebenaran dengan harga nyawanya
    namun kau, hanya pengecut yang haus pujian saja
    berlindung di balik nama samaran yang sirna

    Tak ada kehormatan bagi kata tanpa pemilik
    hanya gema kosong yang membuat dunia tergelitik
    kau takut dianggap salah, takut terlihat pelik
    padahal karyamu hanyalah omong kosong yang picik

    Jika tulisannmu adalah kebenaran yang hakiki
    Mengapa perlu takut wajahmu dikenal nanti?
    Apakah kau sadar betapa menyesatkan ini?
    Membawa pembaca ke jalan yang tak kau yakini

    Jadilah manusia yang berani menanggung kata
    bukan bayang-bayang yang takut pada cahaya nyata
    tampilkan namamu, tunjukkanlah siapa sang pencipta
    agar karyamu tak sekadar sampah di tengah semesta

    Sajak ini bukan untuk memuji keindahan bahasamu
    tapi sebuah cermin bagi nyali yang mati dalam ragu
    sebab menulis bukan tentang sekadar memburu waktu
    tapi tentang tanggung jawab pada tiap bait yang kau restu


    Mamuju Sul-Bar, 07/07/2023

    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -