AAB - Aku Dan Bayang Kelam

Aku Dan Bayang Kelam
By: Arif Agus Bege'h


​Di depan cermin buram yang retak dan berdebu,
aku berdiri tegak menatap bayanganku
netra ini dipaksa melihat segumpal noda
pada raga yang begitu angkuh berkepala batu
yang hingga detik ini
masih saja gemar berdosa
mengapa hati selalu kalah oleh rayuan semu?

​Lidahku dengan tajam kerap menoreh luka
menyayat hati sesama tanpa rasa iba
tangan ini pun ringan menggenggam yang mungkar
meraba dunia seolah esok takkan tiada
semua hitam itu kini berkumpul dan menjalar
membuat lentera nurani meredup
perlahan sirna

​Lalu bayang kelam berbisik "Dosamu menggunung, kau milikku!"
Aku langsung bersujud menepis bisikannya
"Tidak! Ampunan Tuhan pasti kudapatkan!"
Dar! 

Hssst!
Iblis lenyap mendesis murka kalah oleh nurani yang teguh

​قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ
​Qul yā 'ibādiyallażīna asrafū 'alā anfusihim lā taqnaṭū mir raḥmatillāh, innallāha yagfiruż-żunūba jamī'ā, innahū huwal-gafūrur-raḥīm.

​"Wahai hamba yang terpasung noda, jangan berputus asa dari rahmat Allah yang luas. Sungguh, Dialah Maha Pengampun segala dosa, Zat Maha Pengasih yang memelukmu dengan cinta tanpa batas." (QS. Az-Zumar: 53)

​Cermin mungkin jujur memperlihatkan retak dan nodamu
tapi taubat yang tulus selalu mampu membasuh jiwa di hadapan Tuhan


Mamuju Sul-Bar, 25/11/2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar