AAB - Setia Dalam Lara

Setia Dalam Lara
By: Arif Agus Bege'h


Sayang, maafkanlah aku
jika kubiarkan mereka meraba
dahsyatnya getar cintaku
di tiap perih dan air mata

Kubiarkan mereka membaca
tiap derita yang kurasa
menakar keteguhan jiwa
yang kautinggal di dalam dada

Namun berharaplah dalam doa
semoga mereka takkan sanggup
hingga jiwaku tiada jeda
tetap untukmu hingga meredup


Masamba Sul-Sel, 02/07/2011

AAB - Nur, Ini Tentang Tragedi Kita

"Bahagia dan derita bukanlah dua hal yang saling bermusuhan, melainkan dua sisi dari satu koin bernama kehidupan. Merayakan keduanya tanpa menyalahkan keadaan adalah cara terbaik untuk menyempurnakan tragedi indah manusia."

Nur, Ini Tentang Tragedi Kita
​Oleh: Arif Agus Bege'h


Nur, kau mendamba bahagia
menitipkan pinta pada mentari dan rembulan
Mereka mewarnaimu
sekadar saksi atas lumpuhnya logikamu
Padahal engkaulah sang cahaya
pada tawa, air mata, dan tragedi kita

​Untuk bersaksi pada kebahagiaan
menjadilah derita yang membahagiakan
untuk bersaksi pada kesedihan
menjadilah bahagia yang menyedihkan
sebab memetik tragedi bahagia
hanya milik jiwa yang tahu bahwa hidup adalah derita

​Jika aku menderita
bukan karena salah memilih jalan
aku hanya ingin menemanimu menyemai tragedi ini
jikapun kebahagiaan menjemput kita
bukan karena kita benar meniti nestapa
melainkan karena kita selalu bersama
menjadi pelaku di puncak kehidupan

​Ini untukmu, Nur
sebuah ungkapan yang belum kaupahami
mulailah dari air mata
akhiri dengan tawa
agar kelak kau sempurnakan tragedi ini dengan menemukanku

​Iayakanlah bahagia
aminkanlah derita
sebab keduanya tak pernah menjadi sebuah kesalahan


​Masamba Sul-Sel ,10/06/2011

AAB - Pencarian Cinta

Pencarian Cinta
By: Arif Agus Bege'h


Pikiran ini sarang makna yang kusut

membuat hati ragu memahat cinta

kuharap saat pencarian mulai tertambat

kau kenali ekstensi rasa di kedalaman jiwa


Yakinlah, meski nama berbeda

kapasitasnya takkan pernah sama

ada cinta yang serupa badai

ada pula yang selembut doa


Pilihlah satu wajah cinta yang kau damba

meski tak selalu serupa dengan yang dicari

sebab terkadang

takdir menyimpan rasa

di tempat yang paling sunyi dalam diri



Masamba Sul-Sel, 11/06/2011

AAB - Puncak Anjani Dan Janji Yang Abadi

 


Puncak Anjani Dan Janji Yang Abadi
By: Arif Agus Bege'h


Di ufuk timur
ia berdiri tegak menantang awan
Rinjani
sang penjaga langit dengan mahkota kabut
sepertinya ia tahu
betapa berat rindu yang kusimpan
setiap kali namamu dalam doa-doaku lembut kusebut

Segara Anak adalah cermin matamu yang tenang
hijau toska meneduhkan segala resah yang menderu
di tepiannya
aku belajar bagaimana cara mengenang
bahwa mencintaimu adalah pulang menuju biru yang haru

Cintaku padamu bukanlah bunga di kaki gunung
yang layu ketika musim berganti rupa
ia adalah jalur terjal yang rela kusanjung
meski nafas tersengal
langkahku takkan pernah lupa

Jika dingin Sembalun menusuk hingga ke tulang
hangat senyummu adalah api unggun yang paling setia
tak peduli seberapa jauh aku harus bertualang
puncak asmaraku tetaplah kau
satu-satunya dunia

Biarkan Rinjani menjadi saksi bisu
bahwa setinggi apa pun aku mendaki
tujuanku selalu kembali pada pelukmu yang sunyi


Makassar, 05/05/2011


AAB - Penyair Tragedi

Penyair Tragedi
By: Arif Agus Bege'h


Apa yang kita pertaruhkan hari ini dan esok,
apakah sebuah kebenaran yang utuh?
atau sekadar suaka pembenaran
di tengah realitas yang enggan realistis

Ketika kautuding sebuah keyakinan,
apakah itu sungguh-sungguh iman?
atau hanya jangkar rapuh yang kaulabuhkan
karena tak lagi punya alasan lain

Sebaliknya, atas kelamnya masa lalu
kita dikepung ketakberdayaan
berkelit dari rasa bersalah
yang terus menuntut dihakimi

Kita begitu fasih menjauh dari ragu
membolak-balikkan telapak tangan dengan mudah
bahkan dalil pun kerap menjelma martir
bagi ambisi yang memaksa mimpi menjadi jalan hidup

Setiap tragedi merawat tanyanya sendiri
sebab pertanyaan adalah rahim bagi kemungkinan
ia serupa rindu pada kedatangan hujan
yang tiba-tiba tumpah sebagai rangkaian sapaan

Laksana cinta dan arwah yang bersenandung
mengalunkan syair dari hati, untuk hati
yang pada akhirnya nanti
kepada-Nya jua semua dikembalikan

Pernahkah kau lihat bayangan itu?
bayangan dari sebuah tragedi cinta
yang diam-diam mengintai
di balik sunyi yang paling dalam

Lahu mengapa kita masih saja nekat
menjawab keputusasaan dengan harapan berpeluk janji?
bahwa esok aku akan pulang membawa kebahagiaan
yang tak pernah kaugenapkan dari siapa pun

Bahkan tidak juga dari diriku sendiri
itulah jawaban paling sunyi
dari seorang penyair tragedi


Makassar, 04/02/2011