AAB - Bayang Di Pusara Sunyi

Bayang Di Pusara Sunyi
By: Arif Agus Bege'h


Di bawah senja yang meredup
ada rindu yang kehilangan jalan pulang
langkah kakimu tak lagi terdengar
menyisakan sepi yang erat mendekap

Ayah...
punggungmu dulu tempat berlindungku,
tangan kokohmu penuntun jalan bimbang
kini saat badai hidup datang merundung
aku hanya mampu memeluk bayangmu

Ada sesak yang tertahan di dada
setiap kali ingatan memutar waktu
kepergianmu menyisakan ruang menganga
kehilangan yang takkan pernah bermuara

Di atas pusara berumput sunyi
kutitipkan doa dalam sujud yang dalam
melepas penat yang lama tersembunyi
menemani tidurmu yang kian tenteram

Rebah dan damailah di keabadian
tugasmu telah usai di dunia fana
biar di sini kujaga keteguhan
meski rindu ini tak pernah ada jeda


Masamba Sul-Sel, 29/11/2015

AAB - Menjaga Bara

Menjaga Bara
By: Arif Agus Bege'h


Semesta meminta langkah ini jeda
mungkin harap terlalu menggebu
hingga waktu menyuruhku menahan diri
sampai kepastian mekar sempurna

Jalan di depan samar tertutup kabut
ada enggan untuk terus melangkah
namun nurani berbisik pelan
agar api ini tidak padam total

Kita merawat asa dalam diam yang panjang
bukan menyerah pada keadaan
melainkan cara agar raga tidak hancur
sebelum gerbang kemenangan terbuka

Lelah hari ini rahasia antara bumi dan langit
tersimpan dalam lipatan doa yang melangit
kusisakan ruang sabar yang lapang
agar esok mampu menampung seluruh suka cita

Kegelapan ini pasti diringkus cahaya
perjuangan sepi yang dirawat sabar
akan menjelma kisah yang abadi
hari ini boleh penuh duri
namun akhir takkan mengkhianati


Makassar, 15/09/2015

AAB - Membaca Sunyi

Membaca Sunyi
By: Arif Agus Bege'h


Keadaan memaksaku menemani malam hingga habis
harusnya begini caraku mencintaimu
menahan sebagian rasa
hingga nanti waktu menyadarkanku
untuk menerimamu seutuhnya

Tersisa sepertiga malam yang malu merindu
ia tahu aku harus terjaga
membebaskan waktu dari dekapan mimpi
demi menjaga detak yang memanggil namamu

Kita dipaksa merawat rasa dalam takaran secukupnya
bukan karena cinta memudar
melainkan cara agar kita tidak hancur
sebelum takdir benar-benar menyatukan

Biarlah rindu malam ini sembunyi dalam kabut
menjadi rahasia antara jam dan doa
aku sengaja menyisakan ruang di dada
agar esok sanggup menampung seluruhmu

Di balik gelap yang pekat
ada cinta yang dirawat dengan sabar
malam boleh diringkus fajar
namun rasaku abadi dalam waktu


Makassar, 09/08/2015

AAB - Meminang Tanpa Beban

Meminang Tanpa Beban
By: Arif Agus Bege'h


Percayalah sayang
aku bisa menjadi kekasih terbaikmu
selama engkau pun menjadi yang terbaik untukku
cinta ini adalah timbal balik yang utuh

Langkahku telah menempuh perjalanan panjang
membawa ketulusan yang kutempa sendiri
aku datang kepadamu dengan tangan terbuka
tanpa membawa remah masa lalu yang kelam

Maka kelak, saat aku datang meminangmu
tolong jangan persulit aku dengan masalah keluarga
pintu masa depan yang ingin kita buka
tak boleh terhalang oleh rumitnya drama lama

Sebab aku datang tanpa membawa masalah
hanya ada sekotak damai yang ingin kurajut
aku tak ingin terjebak dalam riuh yang asing
ketika yang kuinginkan hanyalah tenang bersamamu

Biarlah hujan di luar sana jatuh membasahi bumi
menyapu sisa ragu yang sempat singgah
kita tidak perlu ikut larut dalam dinginnya
cukup kita yang menghangatkan ruang baru ini

Jangan ada lagi airmata yang tumpah sia-sia
sebab luruhnya hari ini adalah pembasuh luka
Di ujung ketegasan ini
ada janji yang kupertaruhkan
sebuah komitmen yang takkan lekang oleh waktu


Makassar, 01/07/2015

AAB - Sia Sia Setia



Sia Sia Setia
By: Arif Agus Bege'h


Kuserahkan seluruh sisa hidup ini
kujaga sucinya janji yang kau beri
namun di belakangku kau tancapkan duri
kau bagi cinta dengan orang lain

Kurang apakah diriku menyayangimu
hingga kau tega membuatku membisu
walau perih hati menerima kenyataan
takkan mungkin lagi aku bertahan
sebab air mata selalu kau suguhkan

Sia-sia sudah
ketulusan yang kuberi
kau hancurkan mahligai yang kita bina
hanya demi dia yang baru kau kenal

Sia-sia sudah
pengorbanan hatiku
kau balas setiamu dengan dustamu
membuat jiwaku hancur tak bersisa

Tega hatimu
merobek dada yang terluka
kini kubawa
luka ini pergi selamanya


Makassar, 15/05/2015