AAB - Muara Rasa

Muara Rasa
By: Arif Agus Bege'h


Secuil kisah hadirmu dalam perjalanan
cukup memahat sunyi menjadi puisi
namun tidak sekarang
biar waktu meniti tenang

Hingga esok kita mengalir bersama air
menemukan rasa dalam masing-masing jiwa
menuju muara hening yang tak lagi beralih
tempat segala ragu dan tanya berakhir

Di sana kita akan larut bersama
mengecap makna di antara benderang dan kelam
merayakan luka yang telah reda
dalam nikmat sebuah puisi airmata


Polewali Mandar, 22/06/2010

AAB - Sumur Purba

Sumur Purba
By Arif Agus Bege'h


Apakah detakmu menetap di dadaku?
sementara air mataku masih sunyi
menanti sepasang air matamu luruh

Rindumu belum lagi mendaki puncak
tempat di mana sepasang jiwa
mampu melipat jarak

Jika saatnya tiba
kita adalah sepasang sauh
tenggelam dan abadi bersama
di dasar sumur yang takkan pernah keruh


Makassar, 16/06/2010

AAB - Kunci Sunyi

Kunci Sunyi
By: Arif Agus Bege'h


Kau temukan kuncinya
bukan untuk menutup pintu
tapi mengeja rindu di sela debu

Air mata telah membatu
menjadi prasasti sunyi
yang menanti sentuhan jemari

Bangunkan aku tanpa gaduh
sebab hati yang lama tertidur
mudah pecah jika terbentur


Makassar, 14/06/2010

AAB - Secuil Rindu



Secuil Rindu
By: Arif Agus Bege'h


Ternyata rindumu hanya secuil itu?
puluhan bukit ku tempuh empat anak gunung aku penuhi
menerobos lima fase hujan yang menikam sunyi
hanya demi melihat wajahmu yang kutunggu-tunggu

Namun kau
hanya diam sebab gerimis menyapa
membiarkan janji luruh bersama rintik yang sia-sia
tak ada rasa yang cukup besar untuk melintasi jeda
hanya ada jarak yang semakin lebar karena kecewa

Betapa lengkap tragedi airmata yang kau kirimkan
sebuah luka yang lahir dari pengorbanan yang kau abaikan
rindu yang ku gendong berat kini hambar dalam genangan,
tinggallah aku sendiri
di antara sisa hujan dan kenangan


Makassar, 13/06/2010

AAB - Belati Lidah

Belati Lidah
By: Arif Agus Bege'h


Jangan teriakkan rindu
jika di balik lidahmu
masih kau sembunyikan belati berkarat

Suara kerasmu hanya karat
menyisakan ujung ragu
yang membuat kata-katamu gagu

Simpan bising itu
sebab telinga ini tahu
mana cinta
mana luka masa lalu


Tarailu Sul-Bar, 02/06/2010