Gula Tidak Pernah Menawar Timbangan
By: Arif Agus B
Angka sudah selesai mengatakan kebenaran
yang belum selesai adalah manusia mencari alasan
lalu mulut itu bergerak
"Tolong kurangi sedikit"
Aneh
gula tidak pernah protes ketika beratnya diumumkan
yang gelisah selalu manusia
benda mati lebih jujur
daripada lidah yang hidup
"Semua orang juga begitu."
kalimat itu sering dipakai
menghibur kesalahan
seolah banyak pelaku
bisa mengubah salah menjadi benar
padahal timbangan
tidak mengenal suara mayoritas
Ada yang pandai mengurangi isi
lalu menambah alasan
ada yang mengecilkan takaran
lalu membesarkan senyum
pembeli pulang membawa barang
penjual pulang membawa beban yang tak terlihat
Cermin masih bisa dibohongi dengan cahaya
foto masih bisa dipoles
cerita masih bisa dihias
tetapi timbangan tidak pernah belajar berpihak
"Aku hanya mengambil sedikit"
sedikit?
kata itu telah menjadi selimut bagi banyak tangan
padahal yang kecil
tetap memiliki nama di hadapan Tuhan
Lucunya
manusia lebih takut jarum timbangan bergerak ke kanan
daripada timbangan amal bergerak ke kiri
padahal yang pertama mengurangi untung
kedua mengurangi keselamatan
Kalau gula bisa berbicara
mungkin ia akan berkata
"Aku tidak pernah meminta beratku dikurangi. Itu urusanmu."
betapa tenangnya menjadi gula
betapa sibuknya menjadi orang
selalu saja mencari jalan agar angka mau berbohong
Saat bumi menutup seluruh tokonya
tak ada lagi harga
diskon
atau tawar-menawar
yang berdiri hanya kejujuran
dan pada hari itu
tak seorang pun mampu
menyuruh timbangan mengubah keputusan
Makassar, 16/12/2018
(QS. Al-An'am [6]: 152)
وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Wa auful-kaila wal-mīzāna bil-qisṭ. Lā nukallifu nafsan illā wus'ahā.
"Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya."