Sajak Hujan Yang Menepi

"Sebagaimana takaran obat yang harus presisi untuk menyembuhkan, begitu pula hidup; kita butuh takaran sabar yang tepat agar rasa sakit tidak menjadi luka yang abadi, melainkan menjadi hikmah yang menuntun kita pulang pada kedamaian."


Sajak Hujan Yang Menepi
By: Arif Agus Bege'h


Pagi menyapa di tanah Masamba
membawa aroma tanah basah dan sisa hujan semalam
aku meracik detik-detik menjadi kata
seperti dosis yang tepat untuk luka yang diam

Cinta bukan sekadar kata yang kuguratkan
ia adalah hujan yang jatuh di lembah ini
menyerap ke akar
meski tak terlihat oleh mata
menumbuhkan sabar di sela-sela rindu yang sunyi

Airmata—ah
biarlah ia menjadi saksi
bahwa menjadi manusia adalah perjalanan di perantauan
kita mendaki puncak kehidupan bukan untuk menaklukkan ego
tapi untuk mengerti arti pulang dan kasih yang tertitipkan

Masamba masih tenang dalam dekap cahaya
dan aku, dengan pena dan doa
menuliskan hidup yang terus bersahaja
antara syukur yang tumpah dan kasih yang terjaga


Masamba Sul-Sel, 28/07/2019

AAB - Rahim Sunyi

Untuk setiap hati yang subur karena air mata, dan setiap rindu yang tumbuh tanpa saksi... inilah "Rahim Sunyi."

Rahim Sunyi
By: Arif Agus Bege'h


Benih tak pecah di bawah terik
ia butuh sudut paling malam untuk berakar
begitulah rindu
mencari sunyi
jauh dari bising dunia

Hati yang subur adalah yang paling gulita
menyimpan lembap air mata yang enggan menyeka
di ruang tanpa cahaya
cinta tumbuh tanpa saksi

Rasa tak lahir dari panggung benderang
ia membesar di kedalaman basah yang senyap
hanya dalam gelap utuh
ia menjelma detak paling hidup


Masamba Sul-Sel, 26/07/2019

AAB - Media Tanam

Media Tanam
By: Arif Agus B


Jika suatu hari kau tak lagi menemukanku
berlama-lama di media sosial
bukan berarti aku menghilang
mungkin saat itu
aku sedang sibuk di media tanam
menjaga benih yang tak bisa tumbuh
di halaman yang terus bergerak

Ada rindu
cinta dan
harapan
semuanya terlalu berharga
jika dibiarkan hanyut
di antara jejak yang mudah dilupakan
maka kupilih tanah yang mau menerima musim

Benih-benih itu kusemai perlahan
bukan untuk segera dipanen
melainkan agar tumbuh dengan akarnya sendiri
saat tiba waktunya
mencari tempat yang baru
ia tak perlu tercerabut
oleh ketergesaan

Aku mengerti
tidak semua hati
siap menjadi ladang
ada yang masih dipenuhi batu
ada yang masih basah oleh hujan
dan ada yang belum selesai
merawat lukanya sendiri

Memindahkan benih
bukan sekadar berpindah tempat
selalu ada akar
yang harus belajar mengenal tanah baru
selalu ada musim
yang meminta kesabaran
sebelum tumbuh kembali

Mungkin karena itulah
cinta tidak pernah benar-benar ringan
ia berpindah
bukan hanya membawa harapan
tetapi juga sisa-sisa musim
yang pernah membuatnya bertahan
dan kehilangan

Jika kelak kau mencariku
carilah di ladang
tempat benih-benih itu tumbuh
sebab yang tak sempat hidup
di media sosial
barangkali sedang berbunga
di hati yang benar-benar siap menerimanya


Masamba Sul-Sel, 24/07/2019

Puisi ini menyampaikan pesan bahwa tidak semua hal berharga harus tumbuh di ruang yang ramai. Ada kalanya sesuatu justru berkembang lebih baik ketika ditanam dengan sabar di tempat yang benar-benar siap menerimanya.

AAB - Gula Tidak Pernah Menawar Timbangan

Gula Tidak Pernah Menawar Timbangan
By: Arif Agus B


Angka sudah selesai mengatakan kebenaran
yang belum selesai adalah manusia mencari alasan
lalu mulut itu bergerak
"Tolong kurangi sedikit"

Aneh
gula tidak pernah protes ketika beratnya diumumkan
yang gelisah selalu manusia
benda mati lebih jujur
daripada lidah yang hidup

"Semua orang juga begitu."
kalimat itu sering dipakai
menghibur kesalahan
seolah banyak pelaku
bisa mengubah salah menjadi benar
padahal timbangan
tidak mengenal suara mayoritas

Ada yang pandai mengurangi isi
lalu menambah alasan
ada yang mengecilkan takaran
lalu membesarkan senyum
pembeli pulang membawa barang
penjual pulang membawa beban yang tak terlihat

Cermin masih bisa dibohongi dengan cahaya
foto masih bisa dipoles
cerita masih bisa dihias
tetapi timbangan tidak pernah belajar berpihak


"Aku hanya mengambil sedikit"
sedikit?
kata itu telah menjadi selimut bagi banyak tangan
padahal yang kecil
tetap memiliki nama di hadapan Tuhan

Lucunya
manusia lebih takut jarum timbangan bergerak ke kanan
daripada timbangan amal bergerak ke kiri
padahal yang pertama mengurangi untung
kedua mengurangi keselamatan

Kalau gula bisa berbicara
mungkin ia akan berkata
"Aku tidak pernah meminta beratku dikurangi. Itu urusanmu."
betapa tenangnya menjadi gula
betapa sibuknya menjadi orang
selalu saja mencari jalan agar angka mau berbohong

Saat bumi menutup seluruh tokonya
tak ada lagi harga
diskon
atau tawar-menawar
yang berdiri hanya kejujuran
dan pada hari itu
tak seorang pun mampu
menyuruh timbangan mengubah keputusan


Makassar, 16/12/2018

(QS. Al-An'am [6]: 152)

 وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا 

Wa auful-kaila wal-mīzāna bil-qisṭ. Lā nukallifu nafsan illā wus'ahā.

"Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya."

AAB - Tanpa Batas Finis

Tanpa Batas Finis
By: Arif Agus Bege'h


Lampu finis tak ada
ijazah bukan akhir
Ilmu itu napas
udara yang kautelan setiap hari

Gelar?
cuma halte singgah
pencarian tak usai
maka berjalannyalah dengan ikhlas
sampai batas usia


Makassar, 27/11/2018