AAB - Catatan Airmata

Catatan Airmata
By: Arif Agus Bege'h


Tabir retak berkeping
mencari bentuk mimpi dalam ingatan purba
di sana, kita menyaksikan kekasih hilang dan nyawa luruh ke bumi
cara tragedi mengubur aroma cinta

Namun dalam lembar sunyi kisah itu menolak mati
kita tak bisa mengelak saat tatap matamu merangsek masuk
memahat ruang abadi di dada untuk sekadar dikenang

Aku memandangmu dari sudut paling palung
menolak percaya kita telah jatuh miskin
jarak hanyalah jurang yang dipahat untuk menguji arti kepemilikan

Sebab kebahagiaan baru utuh saat menggenang bersama air mata
maka, biarkan aku memeluk gerimis di matamu
atau sepenuhnya menjadi hujan yang luruh dari langit jiwamu

Percayalah
Tuhan tidak sedang menghukum kita dengan luka
ia hanya menakar ruang sabar sebelum menjatuhkan bahagia
catatan air mata ini adalah bekal
untuk menguji setiamu kelak


Mamuju Sul-Bar, 19/09/2010

AAB - Palagan Gersang

Palagan Gersang
By: Arif Agus Bege'h


Kau hadir saat pandangku melepuh
membawa kisah yang kian lusuh
kekaguman itu kini runtuh

Genderang perang melawan angkara
usai sebelum laga membuka cedera
medan juang kita digusur paksa

Kini palagan menjelma lahan basah
tempat ego akhirnya menyerah
menanti hujan baru membasuh ladangmu


Topoyo Sul-Bar, 05/07/2010

AAB - Menjelang Senja

Menjelang Senja
By: Arif Agus Bege'h


Menjelang senja
hujan meniti jujur
tunggulah sayang
di ujung jembatan
langkahku menjemput takdir

Topoyo menderas
menyeka rindu kandas
kita patri memori di tiang pancang
biar abadi menantang zaman

Jika titian runtuh digerus dalam
aku takkan surut atau tenggelam
kuarungi gemuruh
berenang ke matamu


Topoyo Sul-Bar, 04/07/2010

AAB - Muara Rasa

Muara Rasa
By: Arif Agus Bege'h


Secuil kisah hadirmu dalam perjalanan
cukup memahat sunyi menjadi puisi
namun tidak sekarang
biar waktu meniti tenang

Hingga esok kita mengalir bersama air
menemukan rasa dalam masing-masing jiwa
menuju muara hening yang tak lagi beralih
tempat segala ragu dan tanya berakhir

Di sana kita akan larut bersama
mengecap makna di antara benderang dan kelam
merayakan luka yang telah reda
dalam nikmat sebuah puisi airmata


Polewali Mandar, 22/06/2010

AAB - Sumur Purba

Sumur Purba
By Arif Agus Bege'h


Apakah detakmu menetap di dadaku?
sementara air mataku masih sunyi
menanti sepasang air matamu luruh

Rindumu belum lagi mendaki puncak
tempat di mana sepasang jiwa
mampu melipat jarak

Jika saatnya tiba
kita adalah sepasang sauh
tenggelam dan abadi bersama
di dasar sumur yang takkan pernah keruh


Makassar, 16/06/2010