Catatan Airmata
By: Arif Agus Bege'h
Tabir retak berkeping
mencari bentuk mimpi dalam ingatan purba
di sana, kita menyaksikan kekasih hilang dan nyawa luruh ke bumi
cara tragedi mengubur aroma cinta
Namun dalam lembar sunyi kisah itu menolak mati
kita tak bisa mengelak saat tatap matamu merangsek masuk
memahat ruang abadi di dada untuk sekadar dikenang
Aku memandangmu dari sudut paling palung
menolak percaya kita telah jatuh miskin
jarak hanyalah jurang yang dipahat untuk menguji arti kepemilikan
Sebab kebahagiaan baru utuh saat menggenang bersama air mata
maka, biarkan aku memeluk gerimis di matamu
atau sepenuhnya menjadi hujan yang luruh dari langit jiwamu
Percayalah
Tuhan tidak sedang menghukum kita dengan luka
ia hanya menakar ruang sabar sebelum menjatuhkan bahagia
catatan air mata ini adalah bekal
untuk menguji setiamu kelak
Mamuju Sul-Bar, 19/09/2010