AAB : Jurus Rahasia Airmata


"Orang yang kuat bukan mereka yang memiliki segudang taktik untuk menjatuhkan orang lain. Orang yang benar-benar kuat adalah mereka yang cukup memiliki satu prinsip hidup, lalu setia menjaganya meski dunia di sekitarnya kerap berubah arah."

Jurus Rahasia Airmata
By: Arif Agus Bege'h


Membunuh cinta bisa kita lakukan dengan cinta
namun yakinkah kau
jika air mata mampu membunuhnya
sebab air mata pulalah
yang telah mencairkan batu di palung jiwa kita

​Membunuh air mata bisa dilakukan dengan cinta
namun aku bertaruh
air mata takkan pernah membunuh sesamanya
Sebab air mata bukanlah pembunuh

​Selain cinta
senjata apa lagi yang kalian punya untuk membinasakan
kuakui
cinta memiliki jurus yang tak terhingga
namun
bukan berarti cinta selalu perkasa

​Sebab memiliki satu jurus penakluk lawan
barulah dikatakan kuat sejati 

​Dengan terus-menerus ingin membunuhku
sebenarnya air mata kitalah yang sedang kalian hadapi
membunuhku hanya akan memperluas lautan air mata

​Karena akulah sang Pandawa Air Mata
pandawa dengan satu jurus sejatinya dimiliki setiap orang
namun tak semua mampu menggenapinya

​Jurus itu tak lain dan tak bukan
adalah jurus rahasia air mata


Rawamangun Luwu Utara, 19/04/2012

AAB - Tsunami, Dengarkan Aku



Tsunami, Dengarkan Aku
By: Arif Agus Bege'h



Tsunami, dengarkan aku
harusnya kau tidak menyombongkan diri
dengan meninggikan gelombangmu dari tanah tempat kami berpijak

Tsunami, dengarkan aku
usahlah meninggikan tubuhmu lagi di atas tubuh kami
kembalilah ke laut untuk terus belajar berhitung dan membaca
temukanlah kebenaran yang harus kau terima
bahwa jumlah doa kami kepada Tuhan sebagai penciptamu itu lebih banyak dari jumlah jiwa dan harta yang akan kau rebut dari tangan kami

Tsunami, dengarkan aku
janganlah kau turut miskin dengan merebut airmata kami yang miskin
tapi jadilah laut yang kaya
kaya karena selalu menjadi rebutan akan hasil lautmu
kelak, pun kapan saja kau mau
tenggelamkan saja siapapun yang tak pandai mensyukuri kekayaan darimu atas nikmat Tuhan karena perantaramu
bunuh siapa saja yang mengingkari kekayaan serta kekuatanmu
bila perlu, perintahkan semua penghuni ghaibmu untuk mencari orang yang bersalah padamu
buat mereka tidak bisa lagi menyengsarakan rakyat dengan menghantui mereka
dengan begitu tidak seenaknya lagi menaikkan harga barang-barang kebutuhan kami seperti BBM dan lainnya

Tsunami, dengarlah
jangan pernah menakut-nakuti kami yang bisa meminta Tuhan untuk meniadakanmu selamanya


Masamba Sul-Sel, 11/04/2012

AAB - Kulit Ari


Hidup ini bukan tentang siapa yang paling keras bersuara, melainkan siapa yang paling mampu mendengar dan belajar. Kedewasaan dimulai ketika kita berhenti menyalahkan badai dan mulai belajar bagaimana cara merawat akar agar tetap membumi.

Kulit Ari
By: Arif Agus Bege'h



Kau sebut aku selembar kulit ari

entah kau tahu

atau sengaja menutup mata

saat jemarimu gemar mencubit dan mencakar

merayakan perih yang kau tanam di tubuhku


​Benar

aku hanya kulit ari di matamu

namun ingatlah

wahai Penguasa Kuku

tanpa kerapuhanku

senjatamu takkan pernah tumbuh


​Kini

catatlah pada ingatanmu yang fana

di balik kulit ari ini

sebilah senjata dan pena bersiaga

senjata yang siap memenggal angkuhmu

dan pena yang meracuni darahmu dengan tinta

kau akan mati dalam ketidakrelaan

tercekik dosa sebelum sempat mengeja kata ampun



Sukamaju Luwu Utara, 10/03/2012


AAB - Memancing Cinta

Memancing Cinta
By: Arif Agus Bege'h


Jangan pasang sembarang umpan
hatiku bukan palung dangkal
cintaku bukan lele murahan
yang melahap sembarang umpan


Masamba Sul-Sel, 01/01/2012

Puisi Di Jejak Kelahiranku

Bagiku moment menulis puisi sangat terpengaruh dari sebuah kejadian yang kualami sendiri, termasuk kejadian tragis yang menimpaku di malam tanggal 20 Movember 2011, mengalami kecelakaan yang tidak pernah kubayangkan itu bukanlah sebuah keinginan namun begitulah tragedi memberiku jalan sehingga inspirasi untuk menulis puisi tentang hari jadiku yang ke 31 harus aku posting tepat pada waktunya, panjang ceritanya jika aku paparkan kronologi kejadian yang menimpaku, lebih baik kita simak saja puisi tersebut dan langsung ke TKP

Puisi Di Jejak Kelahiranku
By: Arif Agus Bege'h

pada secarik malam yang gulita
lilin-lilinpun ditiup menyemarakkan hari yang dinanti
pada senja yang ranum kuukir harapan
adakah esok terang meraihku
ataukah hanya gulita pada lorong kehidupan
saat maut berada di tangan
sementara rindu berada di ujung hati

ini puisi di jejak kelahiranku
dimana aku berjuang menggapai tahun berikutnya
dengan menumpahkan darah, meneteskan airmata
jerit perih dan rintih mewakili rasa sakit
namun tak urung sebungkus rindu dan semangkuk cinta
akan menghapusnya dengan seketika

padaMu aku bersyukur
pada ujian sebagai bentuk cintaMu padaku
yang memberi kesempatan tuk merasakan airmata

inilah puisi di jejak kelahirnaku
saat kerinduan dan airmata
bertarung melawan sisa-sisa hitam kehidupanku
pada dosa yang belum tertebus
dan pada cinta yang menanti di sana


Masamba Luwu-Utara, 22/11/2011