AAB - Mahkota Rindu

"Cinta yang berkelas tidak lahir dari riuhnya pesan, melainkan dari magnet kualitas diri. Hubungan yang kokoh adalah perpaduan antara wibawa pria sebagai pemimpin dan keanggunan wanita sebagai penjaga kehormatan."

Mahkota Rindu
By Arif Agus Bege'h


Cinta berkelas bukan riuh pesan
ia tumbuh dalam senyap
menjelma magnet rindu

Pria sejati tak mengemis tanya
ia memimpin dengan wibawa
membuat jantung berdenyut takzim

Wanita elok tak membuka pintu sembarangan
ia teguh menjaga pilihan
hanya mengetuk hati sang imam dambaan


Masamba Sul-Sel, 30/06/2012

AAB - Rindu Terhina



"Ada kalanya rindu paling jujur adalah rindu yang harus kita telan sendiri, demi menjaga sisa harga diri yang masih kita miliki. Jangan biarkan rindumu jatuh di tempat yang salah. Jika ia tak dihargai, simpanlah kembali dalam diammu. Lebih baik tersedak rindu sendiri daripada terhina karena mengharap pada hati yang tak lagi peduli."


Rindu Terhina

By: Arif Agus Bege'h


Telan saja kembali rindumu
sebelum engkau tersungkur
terhina karenanya

Jika kau biarkan rindu itu meluap tanpa arah
atau terpaksa kau lepaskan karena tak lagi tertahan
yakinlah
ia hanya akan membentur ruang kosong
atau sekadar menyentuh bagian terluar dari tubuh yang kau puja

Gleg...
Rindu yang terhina memang pahit
namun ia harus sanggup kau telan sendiri
dalam sunyi.


Rawamangun Luwu Utara,
30/06/2012

AAB - Menepi

Menepi
By: Arif Agus Bege'h 


Jangan pasung aku pada aksara mati
saat jiwaku sibuk menjemput sunyi
aku mencari cara untuk hidup
lewat rindu pada pelita yang meredup

Maaf kawan
jika bangkuku melompong
riuh rindu dan cinta terlanjur kosong
aku absen dari panggung dunia
menepi dari rasa yang menguras daya

Bukan lari atau sengaja menghilang
hanya memeluk badai yang belum pulang
biar kuurai penat ini hingga utuh
sebelum waktu memaksaku kembali patuh


Masamba Sul-Sel, 20/06/2012

AAB - Liang Pemuja Rasa

Liang Pemuja Rasa
By: Arif Agus Bege'h


kugali lagi tanah yang dingin
menampung rindu yang mati angin
satu pemuja tumbang hari ini
terkubur sunyi, tak bertepi

Liang ini bukan buat yang kalah
jiwa bodoh yang memilih menyudahi langkah
cinta tak pantas ditukar nyawa
di atas nisan, ia tetap bertahta

Mati raga hanyalah batas fana
namun pencarian takkan pernah reda
meski jasad membusuk dipeluk bumi
langkah mencari takkan berhenti


Masamba Sul-Sel, 15/06/2012

AAB - Hati Menunggu



 "Jangan biarkan harapan luruh menjadi sunyi hanya karena kita terlalu lama menunggu waktu yang tepat untuk melangkah. Jangan menunggu hujan reda jika tujuanmu adalah hatiku. Sebab kehangatan sejati tidak ditemukan saat badai berhenti, tapi saat kita berani menerjangnya bersama."

Hati Menunggu
By: Arif Agus Bege'h


Sayang, dengarlah...
guruh mulai mengumandangkan amarah
hujan telah meluncurkan serangan
tepat saat hatiku menantimu
masihkah kau terpaku menunggu reda
bersama tangis yang enggan usai?
sementara di sini
aku masih setia mengeja namamu
berlarilah segera

Jangan biarkan aku terlelap
hanya karena penantian yang menjemukan
jangan biarkan tubuhmu dijamah petir
meski harus kau terjang tajamnya hujan
sebab aku tak ingin pintu rumah ini tertutup rapat kembali
hanya karena harapan yang perlahan luruh menjadi sunyi
sebab hatiku
takkan pernah sehangat ini lagi

Jangan biarkan, Sayang... jangan...
uap dari teh hangat ini akan segera lesap ditelan udara
secangkir teh hanya mampu memeluk tubuhmu sesaat saja
namun kehangatan yang abadi
telah kusiapkan di palung hati
Maka datanglah
jangan biarkan rasa ini membeku dalam penantian

Tubuh boleh saja menggigil kedinginan
namun hati harus tetap menyala dan menghangatkan
sebab itu, jangan pernah menunggu hujan reda
jika muara perjalananmu adalah hatiku


Rawamangun Luwu Utara, 10/06/2012