•  


    Puncak Anjani Dan Janji Yang Abadi
    By: Arif Agus Bege'h


    Di ufuk timur
    ia berdiri tegak menantang awan
    Rinjani
    sang penjaga langit dengan mahkota kabut
    sepertinya ia tahu
    betapa berat rindu yang kusimpan
    setiap kali namamu dalam doa-doaku lembut kusebut

    Segara Anak adalah cermin matamu yang tenang
    hijau toska meneduhkan segala resah yang menderu
    di tepiannya
    aku belajar bagaimana cara mengenang
    bahwa mencintaimu adalah pulang menuju biru yang haru

    Cintaku padamu bukanlah bunga di kaki gunung
    yang layu ketika musim berganti rupa
    ia adalah jalur terjal yang rela kusanjung
    meski nafas tersengal
    langkahku takkan pernah lupa

    Jika dingin Sembalun menusuk hingga ke tulang
    hangat senyummu adalah api unggun yang paling setia
    tak peduli seberapa jauh aku harus bertualang
    puncak asmaraku tetaplah kau
    satu-satunya dunia

    Biarkan Rinjani menjadi saksi bisu
    bahwa setinggi apa pun aku mendaki
    tujuanku selalu kembali pada pelukmu yang sunyi


    Makassar, 05/05/2011


    AAB - Puncak Anjani Dan Janji Yang Abadi

    0
  • Palagan Gersang
    By: Arif Agus Bege'h


    Kau hadir saat pandangku melepuh
    membawa kisah yang kian lusuh
    kekaguman itu kini runtuh

    Genderang perang melawan angkara
    usai sebelum laga membuka cedera
    medan juang kita digusur paksa

    Kini palagan menjelma lahan basah
    tempat ego akhirnya menyerah
    menanti hujan baru membasuh ladangmu


    Topoyo Sul-Bar, 05/07/2010

    AAB - Palagan Gersang

    0
  • Menjelang Senja
    By: Arif Agus Bege'h


    Menjelang senja
    hujan meniti jujur
    tunggulah sayang
    di ujung jembatan
    langkahku menjemput takdir

    Topoyo menderas
    menyeka rindu kandas
    kita patri memori di tiang pancang
    biar abadi menantang zaman

    Jika titian runtuh digerus dalam
    aku takkan surut atau tenggelam
    kuarungi gemuruh
    berenang ke matamu


    Topoyo Sul-Bar, 04/07/2010

    AAB - Menjelang Senja

    0
  • Muara Rasa
    By: Arif Agus Bege'h


    Secuil kisah hadirmu dalam perjalanan
    cukup memahat sunyi menjadi puisi
    namun tidak sekarang
    biar waktu meniti tenang

    Hingga esok kita mengalir bersama air
    menemukan rasa dalam masing-masing jiwa
    menuju muara hening yang tak lagi beralih
    tempat segala ragu dan tanya berakhir

    Di sana kita akan larut bersama
    mengecap makna di antara benderang dan kelam
    merayakan luka yang telah reda
    dalam nikmat sebuah puisi airmata


    Polewali Mandar, 22/06/2010

    AAB - Muara Rasa

    0
  • Sumur Purba
    By Arif Agus Bege'h


    Apakah detakmu menetap di dadaku?
    sementara air mataku masih sunyi
    menanti sepasang air matamu luruh

    Rindumu belum lagi mendaki puncak
    tempat di mana sepasang jiwa
    mampu melipat jarak

    Jika saatnya tiba
    kita adalah sepasang sauh
    tenggelam dan abadi bersama
    di dasar sumur yang takkan pernah keruh


    Makassar, 16/06/2010

    AAB - Sumur Purba

    0
  • Kunci Sunyi
    By: Arif Agus Bege'h


    Kau temukan kuncinya
    bukan untuk menutup pintu
    tapi mengeja rindu di sela debu

    Air mata telah membatu
    menjadi prasasti sunyi
    yang menanti sentuhan jemari

    Bangunkan aku tanpa gaduh
    sebab hati yang lama tertidur
    mudah pecah jika terbentur


    Makassar, 14/06/2010

    AAB - Kunci Sunyi

    0


  • Secuil Rindu
    By: Arif Agus Bege'h


    Ternyata rindumu hanya secuil itu?
    puluhan bukit ku tempuh empat anak gunung aku penuhi
    menerobos lima fase hujan yang menikam sunyi
    hanya demi melihat wajahmu yang kutunggu-tunggu

    Namun kau
    hanya diam sebab gerimis menyapa
    membiarkan janji luruh bersama rintik yang sia-sia
    tak ada rasa yang cukup besar untuk melintasi jeda
    hanya ada jarak yang semakin lebar karena kecewa

    Betapa lengkap tragedi airmata yang kau kirimkan
    sebuah luka yang lahir dari pengorbanan yang kau abaikan
    rindu yang ku gendong berat kini hambar dalam genangan,
    tinggallah aku sendiri
    di antara sisa hujan dan kenangan


    Makassar, 13/06/2010

    AAB - Secuil Rindu

    0
  • Belati Lidah
    By: Arif Agus Bege'h


    Jangan teriakkan rindu
    jika di balik lidahmu
    masih kau sembunyikan belati berkarat

    Suara kerasmu hanya karat
    menyisakan ujung ragu
    yang membuat kata-katamu gagu

    Simpan bising itu
    sebab telinga ini tahu
    mana cinta
    mana luka masa lalu


    Tarailu Sul-Bar, 02/06/2010

    AAB - Belati Lidah

    0
  • Sama Saja
    By Arif Agus Bege'h


    Kalian takkan mampu mengeringkan pilu
    sebab aku telah bersumpah setia pada kalbu
    kesedihan adalah nafas yang menyatu
    jalan sejarah yang tak mungkin terkikis waktu

    Coba halangi sejarah yang kusemai
    kau hanya akan melihatku tegak meski terkulai
    bahagia tanpa tunjuk-Nya hanyalah sunyi yang lalai
    tangis tanpa airmata
    sesal yang tak usai

    Biarkan ia mengalir sebagai takdir nyata
    dalam luka
    kutemukan jalan menuju-Nya
    tak ada yang mampu memisahkan setia
    meski dunia menolak
    aku tetap tegak dalam doa

    Kalian hanya melihat hambar di mata
    tak mengerti bahagia bagi yang mendusta
    hidup tanpa restu Sang Pencipta
    adalah tangis tanpa airmata saksi derita

    Sejarahku menuntaskan rahasia
    tentang luka dan takdir yang tak sia-sia
    bagi mereka yang lupa akan kehendak-Nya
    pada akhirnya, sama saja


    Sallugatta Sul-Bar, 28/05/2010

    AAB - Sama Saja

    0
  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -