AAB - Diserang Rindu

 "Rindu adalah pengkhianat paling menakutkan; ia menyerang tanpa senjata, tapi meruntuhkan tanpa sisa."


Diserang Rindu 
By: Arif Agus Bege'h


Bagai gempuran musuh dan wabah diam-diam

rindu adalah pengkhianat paling menakutkan

saat ia merasuki kesadaran

hanya ada perih

dan air mata sebagai saksi

AAB : Pesan Hujan Dalam Candanya

 "Hujan tidak hanya membawa air, ia membawa pesan: bahwa dalam canda yang paling ringan pun, tersimpan pengingat tentang hakikat kematian dan keabadian."


Pesan Hujan Dalam Candanya

By: Arif Agus Bege'h


Aku bercanda bersama hujan
menertawakan duka yang tak lagi menderas
iramanya menitip pesan pada atap sunyi
di rumah yang diam dari tangis anak-anak

Jangan terpikat lambaian laut
samudera cinta itu simfoni maut
ia akan membelenggumu jadi pengikut setia
atau menyerahkanmu pada ganasnya sunyi

Tetaplah murni, wahai hujan
lahir dari titah langit dan amin doa
miliki bening jiwa sejernih tetesanmu
itulah rahasia di balik candamu

Jangan mengukir lara di atas tangis sesama
sebab serapah langit bisa menyumbat rindumu pada-Nya
namun, tamparlah mereka yang buta akan derita saudara
yang lalai karena memuja bahagia di atas takhta egonya sendiri


Rawamangun Luwu Utara, 03/06/2012

AAB : Kenangan Permata Hidup

Kenangan Permata Hidup
By: Arif Agus Bege'h


Seutas tali terpotong tiga
tercelup dalam pekat kopi semusim
tak langsung basah
namun perlahan peluh menyapa
hingga kenangan teraduk
dalam ganasnya musim dan waktu

Sayang
terlalu puitis jika sekadar mengenalmu
namun terlampau fiksi
jika mencoba mengabaikanmu
engkau adalah sisa kehidupan
yang memilih tetap utuh
tak menguap oleh terik
tak memuai oleh jarak
pun tak berkarat bagai intan di palung samudera

Duhai kenanganku...
masihkah kau sembunyi
dalam tinta penaku yang membeku
Meski diam
ujungnya tetap runcing
melukai siapa saja yang datang bertamu
maka mendekatlah
dekaplah bayanganku
agar aku tak lagi terpenjara
dalam sunyi yang membatu

Wahai kenanganku...
masihkah kau menjerit
di sudut sepiku yang paling palung?
menjelmalah pada setiap sosok
yang kutemui di persimpangan
Sebab aku tahu
kau adalah bagian nadi yang takkan sanggup terpisah lagi

Kaulah lembar-lembar memori
tak satu pun mampu menjangkau
kecuali aku
meski jejakmu kian menjauh

Kaulah permata dalam ingatan
tak satu pun mampu menghadirkanmu kembali
selain aku
meski rupamu kian lusuh dimakan hari

Jangan pernah berhenti menyalakan harapan
sebab kaulah satu-satunya muara
permata hidup bagi seorang pecinta sejati


Masamba Sul-Sel, 31/05/2012

AAB - Pesan Embun



"Seperti embun, ketulusan tidak perlu berisik. Ia datang diam-diam di antara pekatnya malam, hanya untuk memberi kesejukan pada hati yang membuka diri di pagi hari. Sabar menanti malam berganti pagi, demi sekadar membasuh luka dengan sejuknya pesan embun. Luapan gerah akan selalu menemukan muara kesejukannya, asal hati tetap bersedia membuka diri."

Pesan Embun
By: Arif Agus Bege'h

Semalam
sejuk menjadi rahasiamu
tabir pagi menjadi saksi
pertemuan embun jiwamu
di sela daun dan rerumputan

Meski harus menanti malam berganti
aku setia menunggu pesan embun
bukti luapan gerah berujung sejuk
pada hati terbuka di awal hari.


Sukamaju Luwu Utara, 28/05/2012


AAB - Tempat Sampah Cinta

 



Tempat Sampah Cinta
By: Arif Agus Bege'h


mau tidak mau
kita harus menyiapkan tempat sampah di hati
jika tidak
kemana kita akan membuang sampah-sampah cinta
sampah sampah rindu
virus-virus cinta
virus-virus rindu
dan kotoran-kotoran rindu
juga kotoran-kotoran cinta lainnya?

benarlah kata mereka
buanglah sampah pada tempatnya
maka, buanglah cintamu di hatiku sayang
meski cintamu dianggap sampah
meski cintamu bervirus
meski cintamu kotor

tahukah engkau sayang
semua itu karena dunia semakin gila
membuang cinta sembarang tempat

jika kalian tak percaya
maka kalian tak punya hati


Palopo Sul-Sel, 10/05/2012 19:32