Liku Menuju Muara
By: Arif Agus Bege'h
Langkahku tak pernah ragu
saat kelokan tajam membentang di depan
karena di ujung sana ada wajahmu yang menanti
menawarkan teduh yang paling dicari
Perjalanan ini terasa begitu singkat
meski jarak kerap bermain dengan sabar
aku melesat secepat kedipan mata
menembus sangsi meruntuhkan segala batas
Sebab senyummu adalah peta utama
yang selalu mengusik malam-malam sepi
menjelma mimpi yang enggan usai
dan rindu yang tak tahu cara untuk reda
Biar hujan membasuh lelah di pundak
atau airmata sesekali jatuh mengeja rindu
semua itu hanya riak kecil yang rapuh
di hadapan tekadku untuk bersamamu
Hingga tiba masanya kelak
dua nama kita akan terpahat abadi
menyatu dalam satu bingkai takdir
menua bersama senyum yang takkan pudar
Masamba Sul-Sel, 30/06/2013


