AAB - Bukan Sekadar Dunia

Ketampanan wajah, kekuatan fisik, dan limpahan materi yang dimiliki seorang lelaki hari ini bisa saja memudar seiring berjalannya waktu dan berputarnya roda kehidupan. Oleh karena itu, jangan jadikan hal-hal fana tersebut sebagai pondasi utama rasa banggamu. Bahagia yang sesungguhnya dalam sebuah hubungan adalah ketika kamu memiliki lelaki yang tidak hanya bekerja keras untuk duniamu, tetapi juga menjaga kesetiaannya, menghargai eksistensimu, dan menuntun jiwamu untuk bersama-sama melangkah menuju ridha-Nya.


Bukan Sekadar Dunia
By: Arif Agus Bege'h

Jangan terburu memeluk bangga
saat lelakimu hari ini menggenggam dunia
membawa pulang tumpukan materi melimpah
fisik yang gagah bisa surut seketika
dan roda rezeki selalu berputar tanpa diduga

Simpan banggamu yang paling dalam
ketika di tengah badai ia memilih tetap setia
menghargai hadirmu dengan penuh rasa hormat
serta melitkan Allah dalam setiap tetes keringat

Sebab bahagia sejati tak diukur dari megahnya dunia
bukan tentang seberapa kuat ia menimbun harta
melainkan seberapa tulus telapak tangannya
menuntun langkahmu menuju surga

Masamba, 07/05/2006

AAB : Prahara Diam

"Dunia tidak bisa membaca pikiranmu. Jika kamu terluka, berbicaralah. Diam memang emas, tapi dalam hubungan, keterbukaan adalah berlian. Jangan biarkan orang yang menyayangimu menebak-nebak di dalam kegelapan."

Prahara Diam
By: Arif Agus Bege'h


Dunia tak membaca benak yang membatu
saat perjalanan kita teradang ragu
jika terluka
bicara, jangan terpaku
sebab diam hanya emas bagi mereka yang kaku

Jujur adalah berlian di tengah hujan
membasuh jelaga yang menjadi beban
jangan biarkan airmata jatuh tanpa pesan
memaksa cinta menebak dalam kegelapan

Bicara adalah jembatan
bungkam adalah nisan


Masamba Sul-Sel, 07/05/2026



AAB : Menatap Mata Raksasa

"Seringkali, kekuatan yang paling sulit ditaklukkan bukanlah dunia di luar sana, melainkan gemuruh yang kau ciptakan sendiri di dalam dada."

Menatap Mata Raksasa
By: Arif Agus Bege'h


Di rimba sunyi penuh misteri
di mana bayang-bayang menari
sesosok insan kecil menapak
mencari jati diri di setiap jejak

Perjalanan jauh telah ditempuh
melalui onak dan duri yang rapuh
diiringi gemuruh guntur di kejauhan
menyisakan lelah dan kepasrahan

Tiba-tiba
di hadapan mata
bangkitlah raksasa tanpa kata
harimau perkasa dengan tatapan tajam
matanya bersinar
biru seperti malam

Lengan kekar
cakar yang runcing
setiap ototnya tampak menggerincing
menunjukkan kekuatan yang tak tertandingi
membuat nyali siapa pun surut dan pergi

Pria itu terhenti
hatinya bergetar
keberaniannya seakan sirna
di udara yang anyir dan tawar
di sinilah ketakutan terbesar mengintai
di hadapan makhluk yang siap menerkam
tak kenal lalai

Lalu langit meredup
awan kelabu menumpuk
Turunlah hujan
rintik-rintik yang sejuk
membasahi tanah
dan kulit yang lelah
seakan langit pun merasakan
rasa yang gundah

Airmata jatuh menetes di pipi
bercampur dengan air hujan yang murni
bukan air mata ketakutan
bukan pula kesedihan
tetapi air mata pelepasan
air mata penerimaan

Di saat itulah
sebuah keajaiban terjadi
ketenangan jiwa mulai merasuki diri
dia menyadari
keberanian sejati
bukanlah tentang seberapa besar ototnya
tetapi tentang kemampuannya untuk tetap tenang
di tengah badai yang melanda

dia mengangkat wajahnya
menatap lurus ke mata harimau
tanpa rasa takut
tanpa keraguan
tanpa rasa risau
di mata itu
dia tidak melihat musuh yang harus dikalahkan
tetapi pantulan dirinya sendiri
sebuah kekuatan yang belum terungkapkan

Harimau itu terdiam
mengamati manusia kecil itu
seakan memahami bahasa kalbu
tidak ada auman
tidak ada serangan
hanya sebuah penghormatan yang sunyi
sebuah pengertian yang mendalam

dalam momen itu
pria itu memahami
bahwa ketakutan terbesar dalam hidupnya
adalah takdir yang harus dia jalani
dia tidak perlu melarikan diri
dia tidak perlu bersembunyi
dia hanya perlu berdiri tegak
menghadapinya dengan hati yang suci

Perjalanan terus berlanjut
meskipun hujan masih turun
hati pria itu kini tenang
jiwanya damai tak lagi murun
dia telah menemukan keberanian sejati dalam dirinya
sebuah kekuatan yang jauh lebih besar
dari otot mana pun di dunia


Masamba Sul-Sel, 06/05/2026

AAB - Pikat Di Sisa Rimba

Pikat Di Sisa Rimba
By: Arif Agus B


Di balik kabut
ia melangkah menjemput fajar
membawa sangkar
demi dapur yang tak boleh hambar
bukan ia yang merusak rumah para sayap
tapi mesin-mesin raksasa
membuat hutan lenyap

Dunia menghujatnya sebagai perusak alam
sambil menutup mata pada rimba yang kian karam
mencari kerja bagai mencari jarum di samudera
ia hanya bertahan di antara sisa hijau yang tersisa

Di bawah hujan
dalam perjalanan sunyi
airmata jatuh bersama doa yang paling murni
jangan hakimi perut lapar di dahan yang patah
jika kau tak pernah tahu rasanya rumah yang dijarah


Masamba Sul-Sel, 05/05/2026

AAB - Sajadah Di Atas Nanah

Sajadah Di Atas Nanah
By: Arif Agus B


Aku tercekik sutra
membusuk dalam kemegahan
di mana setiap suapan adalah kunyahan daging sesama
Istana ini tegak dari fondasi air mata yang diperas
dari keringat yang dirampas
dari timbangan yang kandas

Tuhan
cukup sudah kenyang yang menghina ini
aku rindu perih yang jujur
aku haus duka yang suci
sebab lebih mulia merangkak
di atas duri penderitaan
daripada berlari di atas permata hasil jarahan

Hancurkan dinding emas yang mengurung jiwa
beri aku lara
biarkan aku merasa jadi manusia


Masamba Sul-Sel, 04/05/2026