Jangan Salahkan Cermin
By: Arif Agus B
Mereka mengangkat cermin setinggi langit
digosok sampai berkilau
dipoles dengan doa yang dipilih-pilih
dibersihkan memakai pendapat paling mahal
tetapi wajah yang muncul tetap saja kusut
Lalu cermin dituduh bersekongkol
katanya
pantulan sedang berlaku curang
seolah kaca memiliki agenda rahasia
seolah kejujuran
dapat disuap
dengan tepuk tangan
Aku melihat sebutir debu bertengger di pelupuk mata
kecil...
nyaris tak pantas dibicarakan
namun dari sanalah lahir gunung prasangka
jurang kesombongan
dan peta yang kehilangan utara
Betapa anehnya manusia
lebih berani mengadili bayangan
daripada memeriksa penglihatannya sendiri
lebih sibuk memperbaiki bingkai
daripada memastikan pandangannya jernih
Mereka mengganti cermin berkali-kali
model terbaru
ukuran lebih besar
harga lebih tinggi
hasilnya tetap sama saja kebohongan dipoles
menjadi keyakinan
Seekor burung hinggap di jendela
ia tidak bertanya
mengapa langit memantulkan dirinya
ia cukup terbang
ketika sayapnya siap
hanya manusia
menawar kenyataan
agar sesuai keinginannya
Kebenaran tidak pernah kehilangan wajah
yang sering berubah
hanyalah cara manusia menatapnya
debu yang dibiarkan sehari
akhirnya merasa pantas disebut penglihatan
Maka berhentilah memarahi cermin
jangan salahkan cermin
ia tidak pernah menciptakan rupa
ia hanya menolak berdusta
yang retak bukan pantulannya
melainkan keberanian mengakui diri
Pulanglah sebelum senja habis
basuh matamu
bukan kacanya
sebab dunia
tidak selalu perlu diubah
ketika yang meminta pertolongan
sesungguhnya adalah cara kita melihat
Masamba Sul-Sel, 10/06/2024


