AAB - Benteng Berdaulat


Benteng Berdaulat

By: Arif Agus Bege'h



Aku mempertebal dinding ego ini
bukan untuk menantang badai atau melukai
melainkan mendirikan benteng sunyi,
tempat prinsip berdiri tegak menghalau tirani
Di bawah sana
kelicikan dunia menganga
merayap dengan cakar-cakar tipu daya
namun takkan menyentuh mahkota jiwa
selama pondasi nilai diri masih terjaga
Benteng ini tidak mengurung langkahku
ia hanya menyaring siapa yang berhak bertamu,
menjaga hal-hal berharga di dalam dadaku
agar tidak dijarah oleh bisingnya waktu



Masamba Sul-Sel, 22/05/2025

Sajak Istigfar Kadaluarsa

 

"Kita adalah seniman ulung yang pandai bersandiwara. Mulut sibuk mengetuk pintu ampunan, sementara hati diam-diam sedang merancang jadwal dosa untuk esok hari. Sebuah tamparan untuk diri saya sendiri... Istigfar Kedaluwarsa."

Istigfar Kedaluwarsa
By: Arif Agus Bege'h


Mulutku begitu fasih mengucap istigfar
setelah noda hitam selesai kurajut dalam gelap
air mata buatan menetes di atas sajadah
berpura-pura menyesali khilaf yang telanjur nikmat

Namun di sudut hati yang paling sunyi
sebuah bisikan iblis justru sedang menari
ia membatin dengan sangat riang:
"Besok sore, seru juga kalau diulangi lagi."

Sungguh komedi iman yang tak tahu malu
meminta ampunan hanya untuk mengosongkan ruang
agar dosa berikutnya punya tempat yang lapang
untuk kembali ditimbun tanpa rasa ngeri

Aku menjadikan taubat sebagai masa jeda
bukan akhir dari sebuah perjalanan sesat
meremehkan murka Sang Maha Mengetahui
seolah neraka hanyalah cerita fiksi penakut

Tuhan
runtuhkan keangkuhan tobat yang palsu ini
sebelum ajal datang memutus kontrak maksiat
ganti debar haram di dada ini
menjadi ketakutan yang jujur pada siksa-Mu


Masamba Sul-Sel, 24/04/2025

AAB - Bukan Sekedar Berani


"Janganlah menilai seseorang hanya dari seberapa besar keberaniannya dalam mengambil risiko. Nilailah ia dari seberapa besar keberaniannya untuk mengakui kesalahan dan memperbaiki keadaan saat pilihannya tidak berjalan sesuai rencana. Keberanian yang sejati tidak lari saat ia salah; ia berdiri, menerima, dan belajar."

Bukan Sekadar Berani
By: Arif Agus Bege'h


Di rimba nasib yang liar dan buta
keberanian hanyalah gerak naluri
melompat tanpa tanya menerjang tanpa jeda
seperti binatang yang tak kenal hari nanti
hanya lapar dan ingin yang membakar diri

Namun menjadi manusia adalah soal lain
tentang berdiri tegak saat badai menghantam
bukan sekadar berani memecah batin
tapi berani memeluk luka yang terpendam
dan menanggung beban di tengah malam yang kelam

Sebab keberanian tanpa pikul tanggung jawab
hanyalah debu yang diterbangkan angin sesaat
tampak gagah di permukaan namun kosong di jawab
menyisakan puing penyesalan yang terpahat
pada jejak kaki yang hilang sebelum sempat melihat

Kita adalah pengemudi atas pilihan sendiri
keberanian hanyalah akselerasi di atas aspal
tapi tanggung jawablah yang menjaga kemudi
agar tak karam di jurang yang paling dangkal
saat ego berteriak
namun nurani harus menangkal

Maka jika kau tanya apa itu sejati berani
ia bukan tentang siapa yang paling cepat melaju
tapi siapa yang tersisa berdiri di ujung sini
ketika konsekuensi menagih janji yang dulu terpaku
berani berbuat
berani menanggung restu waktu


Palopo Sul-Sel, 07/04/2025

AAB - Ketakutan Yang Berpakaian Rapi

Ketakutan Yang Berpakaian Rapi
By: Arif Agus B


Di sebuah kota
ada pintu yang usianya lebih tua
daripada para penghuni rumah

Anehnya
engsel masih tetap mengilap
tak ada goresan
tak ada debu
atau bekas telapak tangan
tak ada bunyi yang menandakan
ia pernah dibuka

Semua orang memujinya
"Indahnya"
"Kokohnya"
"Sempurna"
mereka berfoto di depannya
mereka menulis kekaguman
pada dinding-dinding percakapan
namun tak seorang pun berani
memutar gagangnya

Mereka takut
ada ruangan yang tak sesuai
dengan bayangan
takut langkah pertama lebih kecil
daripada harapan
takut gagal
padahal tak ada pintu
yang diciptakan
untuk dipandang selamanya

Ada yang menghabiskan
bertahun-tahun memoles rencana
mengukur kemungkinan
merapikan impian
hingga akhirnya
umur lebih dulu menutup jendela
sementara pintu tetap berdiri
sebagai benda yang tak pernah menjalankan takdirnya

Kesempurnaan
barangkali adalah ruang tunggu
yang paling ramai
di sana
banyak cita-cita duduk berjajar
nomornya tak pernah dipanggil

Mereka berkata
"Nanti,
kalau sudah siap ya ustads!"
padahal kesiapan
sering lahir setelah kaki berani melangkah
bukan sebelumnya

Lihatlah benih
ia tidak menunggu menjadi pohon
baru bersedia menembus tanah

Lihatlah sungai
ia tidak meminta peta sebelum mengalir

Hanya manusia
yang kerap ingin mengetahui
seluruh akhir cerita
sebelum bersedia membuka
halaman pertama
lalu waktu
diam-diam mengemasi musim

Kesempatan
berjalan keluar
tanpa menutup pintu
dan orang-orang itu masih berdiri
mengagumi kesempurnaan
yang ternyata
hanyalah nama lain dari
ketakutan yang berpakaian rapi


Masamba Sul-Sel, 15/03/2025

AAB - Batas Dari Kelebihan

Batas Dari Kelebihan
By: Arif Agus B


Sekaya apa pun dirimu
jangan biarkan hartamu
menjadi timbangan
untuk menilai harga diri sesama

Setinggi apa pun jabatanmu
jangan gunakan kekuasaanmu
untuk menginjak mereka
yang berada di bawah

Seindah apa pun nasibmu
jangan jadikan keberuntunganmu
alasan untuk mengecilkan perjuangan
yang belum menemukan hasilnya

Sesuci apa pun langkahmu
jangan sibuk mencari noda
pada pakaian orang lain
hanya karena tanganmu tampak bersih

Setenang apa pun jiwamu
jangan remehkan badai
yang sedang diterjang
oleh hati orang lain

Seterang apa pun cahayamu,
jangan sampai sinarmu
menyilaukan mata
yang masih mencari jalan

Semulus apa pun perjalananmu
jangan tertawa di atas jejak kaki
yang masih berdarah
menempuh harapan

Sebijak apa pun ucapanmu
jangan biarkan nasihatmu
membungkam suara hati
yang sedang terluka

Sebaik apa pun niatmu
jangan paksa orang lain
memahami apa yang bahkan
belum sempat mereka pelajari

Sebesar apa pun pengorbananmu
jangan ubah jasamu menjadi rantai
mengikat kebebasan mereka
yang pernah kau tolong

Semurni apa pun cintamu
jangan biarkan kasih berubah
menjadi tuntutan memiliki
atau menguasai

Sedalam apa pun pemahamanmu
jangan jadikan ilmumu
sudut sempit yang memojokkan
mereka yang baru belajar

Setajam apa pun intuisimu
jangan gunakan kepekaanmu
untuk menghakimi rahasia
yang dipilih orang lain untuk disimpan

Sebebas apa pun langkahmu
jangan langkahi batas
yang menjaga ketenangan
dan martabat sesama

Sebanyak apa pun pengalamanmu,
jangan padamkan semangat
mereka yang baru menyalakan
langkah pertamanya

Ketahuilah
batas dari setiap kelebihanmu
agar nikmat tidak berubah menjadi sekat
agar berkah tidak menjelma menjadi jarak

Sebab manusia tidak dimuliakan
oleh apa yang dimilikinya
melainkan
cara ia memperlakukan sesamanya

Maka jadilah jembatan yang menghubungkan
bukan tembok yang memisahkan


Masamba Sul-Sel, 15/02/2025