•  
    "Cinta yang sejati tidak diukur dari seberapa sering kita tertawa, melainkan dari seberapa tabah kita menanggung duka bersama. Sebab, tempat paling indah untuk berlabuh bukanlah tempat yang tanpa luka, melainkan tempat di mana kita belajar untuk tetap setia meski harus berkali-kali patah."


    Sukamaju Selatan: Sebuah Catatan Dari Dermaga Hati
    By: Arif Agus Bege'h


    Di Sukamaju Selatan langkahku terhenti
    menyapa bayang-bayang yang enggan pergi
    tanah ini bukan sekadar hamparan bumi
    ia adalah saksi
    tempat benih cinta bersemi

    Dulu, di bawah langit yang sama
    kita melukis tawa di atas kanvas luka
    Namun, cinta di sini tak selalu berbunga
    ada banyak duka yang menyamar jadi air mata

    Sukamaju Selatan
    kaulah dermaga yang kupilih
    tempatku menyandarkan lelah yang perih
    meski perih seringkali datang tanpa permisi
    di sini pula
    janji-janji kupahat dalam sunyi

    Banyak kisah telah karam menjadi debu
    tentang rindu yang tumbuh meski harus meragu
    Namun, di antara duka dan air mata yang membeku
    cintamu adalah satu-satunya pelabuhan yang kutuju

    Sukamaju Selatan
    biarlah ia menjadi prasasti yang abadi
    tempat cinta belajar untuk tidak mati
    meski harus berkali-kali patah dan kembali


    Masamba Sul-Sel, 08/07/2020

    Sukamaju Selatan: Sebuah Catatan Dari Dermaga Hati

    0
  • "Sebagaimana takaran obat yang harus presisi untuk menyembuhkan, begitu pula hidup; kita butuh takaran sabar yang tepat agar rasa sakit tidak menjadi luka yang abadi, melainkan menjadi hikmah yang menuntun kita pulang pada kedamaian."


    Sajak Hujan Yang Menepi
    By: Arif Agus Bege'h


    Pagi menyapa di tanah Masamba
    membawa aroma tanah basah dan sisa hujan semalam
    aku meracik detik-detik menjadi kata
    seperti dosis yang tepat untuk luka yang diam

    Cinta bukan sekadar kata yang kuguratkan
    ia adalah hujan yang jatuh di lembah ini
    menyerap ke akar
    meski tak terlihat oleh mata
    menumbuhkan sabar di sela-sela rindu yang sunyi

    Airmata—ah
    biarlah ia menjadi saksi
    bahwa menjadi manusia adalah perjalanan di perantauan
    kita mendaki puncak kehidupan bukan untuk menaklukkan ego
    tapi untuk mengerti arti pulang dan kasih yang tertitipkan

    Masamba masih tenang dalam dekap cahaya
    dan aku, dengan pena dan doa
    menuliskan hidup yang terus bersahaja
    antara syukur yang tumpah dan kasih yang terjaga


    Masamba Sul-Sel, 28/07/2019

    AAB - Sajak Hujan Yang Menepi

    0
  • Untuk setiap hati yang subur karena air mata, dan setiap rindu yang tumbuh tanpa saksi... inilah "Rahim Sunyi."

    Rahim Sunyi
    By: Arif Agus Bege'h


    Benih tak pecah di bawah terik
    ia butuh sudut paling malam untuk berakar
    begitulah rindu
    mencari sunyi
    jauh dari bising dunia

    Hati yang subur adalah yang paling gulita
    menyimpan lembap air mata yang enggan menyeka
    di ruang tanpa cahaya
    cinta tumbuh tanpa saksi

    Rasa tak lahir dari panggung benderang
    ia membesar di kedalaman basah yang senyap
    hanya dalam gelap utuh
    ia menjelma detak paling hidup


    Masamba Sul-Sel, 26/07/2019

    AAB - Rahim Sunyi

    0


  • Puisi ini lahir dari kejenuhan terhadap ruang semu media sosial yang tak lagi mampu merawat perasaan dengan tulus. Penulis memilih mundur ke dalam kesunyian "media tanam" nyata untuk menyembuhkan rindu, harapan, dan cinta yang rapuh, sekaligus merenungkan bahwa setiap perpindahan hati pasca-luka selalu membutuhkan proses pelepasan yang paling sedih.

    Media Tanam
    By: Arif Agus Bege'h


    Jika kelak kau tak lagi mendapati aku bermain di media sosial
    itu artinya aku sedang sibuk di media tanam
    ada sekian banyak benih rindu
    harapan
    dan juga cinta
    yang tak lagi bisa ku semai dalam riuh jejaring maya

    Kucoba benamkan benih-benih itu pada media yang lain
    agar kelak ketika ada hati yang ingin memetiknya
    tak ada lagi akar yang mendadak putus
    tak ada akar yang gundah gulana
    atau merasa terusik saat harus berpindah ke dada pemujanya

    Sebab tidak semua hati siap menjadi tempat semaian
    hati yang telanjur retak hanya mampu menerima rasa yang sudah dewasa
    bukan benih rapuh yang masih butuh dijaga
    sebab di dalam benih itu
    ada jiwa yang jauh lebih terluka
    karena terpaksa dicabut dan dipaksa pindah ke lain hati

    Pada akhirnya
    cinta memang hanya bisa berpindah
    lewat jalan yang paling luka dan paling sedih


    Masamba Sul-Sel, 24/07/2019

    AAB - Media Tanam

    0
  • Tanpa Batas Finis
    By: Arif Agus Bege'h


    Lampu finis tak ada
    ijazah bukan akhir
    Ilmu itu napas
    udara yang kautelan setiap hari

    Gelar?
    cuma halte singgah
    pencarian tak usai
    maka berjalannyalah dengan ikhlas
    sampai batas usia


    Makassar, 27/11/2018

    AAB - Tanpa Batas Finis

    0

  • Belati Fakta, Topeng Kebajikan
    By: Arif Agus Bege'h


    ​Atas nama fakta dan kebenaran
    aib sesama ditiup ke udara
    berdalih meluruskan perjalanan
    padahal ego menari gembira
    ​Fitnah adalah dusta yang kelam
    ghibah merobek senyap dan ngilu
    bukan menghapus air mata dalam diam
    tapi menguliti di panggung yang semu
    ​Maksiat takkan surut oleh gunjing
    ketika lisan berubah jadi taring
    membasuh lantai dengan air keruh
    jiwa yang pongah takkan pernah basuh

    ​Takkan bersih jiwa yang pongah
    saat daging saudara sendiri yang dikunyah...


    Makassar Sul-Sel, 25/07/2018

    AAB - Belati Fakta, Topeng Kebajikan

    0


  • Seorang penyair tidak pernah menulis untuk mematuhi pagar pembatas; ia menulis untuk menembusnya. Ketika sebuah tradisi atau komunitas menetapkan "pantangan," mereka sebenarnya sedang mengakui bahwa kata-kata Anda memiliki daya untuk mengguncang tatanan mereka.
    Jangan pernah melihat larangan sebagai tembok yang menghentikan langkah, melainkan sebagai ujian atas kedalaman keyakinan Anda. Jika Anda berhenti menulis karena satu larangan, Anda bukan hanya tunduk pada mereka, tetapi Anda sedang mengkhianati suara batin yang menjadi sumber karya Anda. Tetaplah menulis, bukan untuk melawan mereka, melainkan untuk membuktikan bahwa kebenaran tidak memerlukan izin untuk diungkapkan.

    Kedaulatan Tinta
    By: Arif Agus Bege'h


    Pagar kayu lapuk berdiri angkuh
    menjaga mimpi di batas semu
    ada pantangan yang coba membunuh
    tapi pena ini tak sudi jemu

    Mereka berkata: jangan menulis!
    di luar garis jangan melangkah
    namun di batin
    suara berdengis
    takkan biarkan jiwaku menyerah

    Tantangan mereka adalah isyarat
    akan besarnya kuasa kata-kata
    mereka ketakutan di balik sekat
    di hadapan beningnya air mata

    Ini badai dari sumur puisi
    menerjang dinding ketidaktahuan
    meruntuhkan takut dengan amunisi
    kejujuran nurani tanpa penundaan

    Aku menulis
    maka aku ada
    tak butuh restu untuk berkreasi
    biarkan tinta mengukir sabda
    hingga runtuh pagar-pagar tradisi


    Makassar, 05/02/2018

    AAB - Kedaulatan Tinta

    0

  • Sebuah refleksi mendalam tentang hubungan manusia, alam, dan nilai persaudaraan

    Jejak Langkah Pilar Tarantula
    By: Arif Agus Bege'h


    Di bawah tajuk rimbun yang meraksasa
    kami berdiri, menyatukan detak dan doa
    bukan sekadar raga yang melangkah maju
    namun jiwa yang terpanggil oleh sunyi yang menderu

    Pilar Tarantula, begitulah kami menamakan diri
    seperti kaki-kaki kokoh yang merayap di sela duri
    tak gentar pada tebing yang menjulang angkuh
    tak surut pada jalur yang membuat lutut mengeluh

    Carrier di pundak adalah beban yang nikmat
    menyimpan cerita tentang peluh dan tekad yang bulat
    menembus kabut pagi yang membelai rona wajah
    mencari makna di antara akar dan tanah yang basah

    Saat senja mulai melukis jingga di ufuk barat
    kami berbagi tawa di balik kepul asap kopi yang hangat
    di sana, di ketinggian yang memisahkan kita dari bising kota
    dunia terasa jujur, tanpa topeng maupun kasta

    Pilar ini takkan goyah oleh badai yang menerjang
    tarantula ini akan terus mendaki, terus berjuang.
    karena bagi kami, puncak hanyalah sebuah bonus
    namun perjalanan dan persaudaraan adalah yang abadi dan tulus

    Menyusuri belantara, menjaga alam dengan cinta
    kami pulang membawa rindu, untuk kembali menyapa semesta


    Makassar, 29/01/2017

    Pesan
    :
    "Alam tidak butuh penakluk; ia butuh penjaga yang berjalan dengan hati."

    AAB : Jejak Langkah Pilar Tarantula

    0
  • Jadikan 'kata orang' sebagai lampu kuning untuk waspada, bukan lampu merah yang menghentikan langkahmu.

    Lampu Kuning Kata Orang
    By: Arif Agus Bege'h


    Hati-hati, kata orang
    Kata orang, hati-hati
    sebuah kalimat yang menjelma lampu kuning
    bukan rambu untuk berhenti
    melainkan jeda untuk menimbang diri

    Jangan melarang dengan kata orang
    jangan jadikan bisik-bisik itu lampu merah yang mengunci langkah
    sebab ketakutan mereka bukanlah batas jalanmu
    dan ragu mereka bukanlah penentu takdirmu

    Kita adalah pengembara yang tak pernah sama
    berjalan di atas tanah dengan detak jantung yang berbeda
    apa yang menciderai mereka
    mungkin adalah jalan pulang bagimu


    Makassar, 22/11/2016

    AAB - Lampu Kuning Kata Orang

    0
  • - Copyright © Aspulut - Powered by Blogger -