AAB - Meminang Tanpa Beban

Meminang Tanpa Beban
By: Arif Agus Bege'h


Percayalah sayang
aku bisa menjadi kekasih terbaikmu
selama engkau pun menjadi yang terbaik untukku
cinta ini adalah timbal balik yang utuh

Langkahku telah menempuh perjalanan panjang
membawa ketulusan yang kutempa sendiri
aku datang kepadamu dengan tangan terbuka
tanpa membawa remah masa lalu yang kelam

Maka kelak, saat aku datang meminangmu
tolong jangan persulit aku dengan masalah keluarga
pintu masa depan yang ingin kita buka
tak boleh terhalang oleh rumitnya drama lama

Sebab aku datang tanpa membawa masalah
hanya ada sekotak damai yang ingin kurajut
aku tak ingin terjebak dalam riuh yang asing
ketika yang kuinginkan hanyalah tenang bersamamu

Biarlah hujan di luar sana jatuh membasahi bumi
menyapu sisa ragu yang sempat singgah
kita tidak perlu ikut larut dalam dinginnya
cukup kita yang menghangatkan ruang baru ini

Jangan ada lagi airmata yang tumpah sia-sia
sebab luruhnya hari ini adalah pembasuh luka
Di ujung ketegasan ini
ada janji yang kupertaruhkan
sebuah komitmen yang takkan lekang oleh waktu


Makassar, 01/07/2015

AAB - Sia Sia Setia



Sia Sia Setia
By: Arif Agus Bege'h


Kuserahkan seluruh sisa hidup ini
kujaga sucinya janji yang kau beri
namun di belakangku kau tancapkan duri
kau bagi cinta dengan orang lain

Kurang apakah diriku menyayangimu
hingga kau tega membuatku membisu
walau perih hati menerima kenyataan
takkan mungkin lagi aku bertahan
sebab air mata selalu kau suguhkan

Sia-sia sudah
ketulusan yang kuberi
kau hancurkan mahligai yang kita bina
hanya demi dia yang baru kau kenal

Sia-sia sudah
pengorbanan hatiku
kau balas setiamu dengan dustamu
membuat jiwaku hancur tak bersisa

Tega hatimu
merobek dada yang terluka
kini kubawa
luka ini pergi selamanya


Makassar, 15/05/2015

AAB - Akhir Dari Sebuah Hitungan Rasa

Jadikanlah kekurangan pasanganmu sebagai cermin untuk mengenali gelap dan terang. Sebab, dengan saling memaafkan noda di dunia, kita sebenarnya sedang berjalan bersama menuju cinta yang murni kepada Sang Pemilik Cinta.

Akhir Dari Sebuah Hitungan Rasa
By: Arif Agus Bege'h

Jangan pernah anggap aku memandangmu bidadari atau suci tanpa noda dan dosa aku pun tak ingin kau mencintaiku hanya karena belum kau temukan cela dalam ragaku Aku mencintaimu justru karena engkau muara noda ruang yang menuntun kita mengenali gelap terang hingga kita sampai pada kesadaran akan Pemilik Cinta yang sebenarnya Mencintaimu adalah memeluk rasa di tengah sedih merindukanmu adalah merangkul sepi dalam air mata mendambakanmu bagai mengejar bahagia di sela derita dan menginginkanmu adalah merayakan penantian Maka maafkan jika aku sempat terus merindu hari ini, kuakhiri segala penandaan ini menghentikan rindu bising menyudahi cinta yang pedih dan menutup buku kesedihan yang tak usai Sebab segala yang berbilang pasti menemukan ujung segala yang dihitung pasti menemui batasnya dan hitungan rasa ini harus lekas berhenti pada angka yang telah kita tentukan bersama


Masamba Sul-Sel, 18/03/2015


AAB - Meja Kayu Dan Gelas Dingin

Cinta sejati bukanlah tentang dua orang yang saling memiliki, melainkan tentang runtuhnya ego masing-masing, agar ruang di antara mereka hanya dipenuhi oleh ketulusan yang tak berjarak.

Sebuah puisi tentang penghancuran ego

Meja Kayu Dan Gelas Dingin
By: Arif Agus Bege'h


Kita berhadapan
sibuk membela diri
"Aku benar" katamu "Aku terluka" sahutku
di antara kopi yang hampir dingin
dua kepala batu menolak mengalah

Hening mengambil alih
kuturunkan nada bicara
kau melepas kepalan tangan
kita berhenti saling menuduh
menanggalkan gengsi yang melelahkan

Di lantai kedai
kata-kata tajam melunak jadi maaf
kesombongan runtuh perlahan
tanpa teriakan
hanya ada air mata

Tiada lagi menang atau kalah
meja terasa lapang tanpa drama dan pembelaan
justru dalam ruang hampa ini
kita akhirnya saling mendengarkan

Tersisa dua orang lelah berpura-pura kuat
bukan penguasa
bukan tawanan
hanya ada aku
kamu
dan kejujuran yang telanjang


Masamba Sul-Sel, 25/12/2014

AAB - Ketiadaan Yang Utuh

Puncak tertinggi dari mencintai adalah keberanian untuk melepaskan cengkeraman. Membiarkannya menjadi manusia yang utuh dan bebas, meskipun kebebasan itu membawanya tumbuh ke arah yang tak lagi bisa kita sentuh.

Sebuah puisi tentang kebebasan dan ketidakpastian

Ketiadaan Yang Utuh
By: Arif Agus Bege'h


Kurobek batas ego memilikimu
kau samudera merdeka
bebas menentukan arah pasang

Cinta bukan menjahit dua bayang
ia menjadi udara hening
melepasmu menjelajahi ketidakpastian

Kulepas cengkeraman dari takdirmu
saat kau mengepak jauh
jarak adalah perayaan paling tulus

Tumbuhlah melampaui imajinasiku
ketidak berdayaanku menyentuhmu kembal
menjadi altar bagi kemerdekaan jiwamu

Keindahan bersemi dalam kehilangan
aku damai melihatmu merengkuh semesta
tanpa perlu menyisakan tempat bagiku


Masamba Sul-Sel, 22/11/2014