AAB - Di Bawah Naungan Kata Sayang

"Cinta yang dewasa bukan yang tidak pernah retak, melainkan yang bersedia membangun kembali istananya di atas puing-puing amarah dan ego yang telah diruntuhkan oleh maaf."

Di Bawah Naungan Kata Sayang
By: Arif Agus Bege'h


Demi sebaris kata sayang
kerap kita pertukarkan dalam sapa
rebahkan penatmu malam ini, kekasih
di dalam ruang mimpi
bangunlah kembali istana kita
setelah retak oleh badai amarah dan ego

Melalui kata sayang
kuyakin kau bersedia melarung sisa benci ke hulu sungai
membiarkannya hanyut menuju muara kasih
tempat gelombang asmara menanti
lalu karam di palung rindu yang paling dalam
terkubur sunyi
hilang tak berjejak lagi

Dengan sepucuk kata sayang darimu
kesedihan dan kebahagiaanku menemukan utuhnya.
sebab apalah arti tawa tanpa air mata
tanpamu
rasa hanyalah pengembara yang kehilangan arah kompasnya

Dengan seuntai kata sayang dariku
tepiskanlah kabut ragu yang menghalangi pandanganmu
biarkan setiap desir angin menjadi napas bagi syair-syair rinduku
kadang ia berdendang riuh
kadang merintih dalam pilu
menyeberangi jurang-jurang ketakutan yang kau ciptakan

Sayang
jangan biarkan jarak menjadi jurang yang membelah kita
jangan biarkan tembok tinggi tetap berdiri di antara dua raga
runtuhkanlah pemisah itu dengan kelembutan
hingga semesta mengakui
pada siapa cinta sejati ini berpulang

Sebab kata sayang adalah kesaksian
bahwa cahaya kasih selalu lebih perkasa dari gelapnya murka
meski harus bertarung dengan ego di dalam dada
sayangmu tetaplah konstelasi bintang
yang menuntun langkahku pulang


Masamba Sul-Sel, 19/05/2014

AAB - Senyum Gadis Berkerudung Putih


Senyum Gadis Berkerudung Putih
By: Arif Agus Bege'h



Mungkin engkau tak serupa bidadari kahyangan

sebab aku pun tak pernah tahu bagaimana rupa mereka

namun meski tak secantik dongeng itu

hadirmu sanggup membuat jantungku kehilangan nada di setiap denyutnya


Saat senyummu hilang dari pandangan

seketika aku kehilangan intonasi cintamu

bagaikan puisi yang kehilangan rima

meski maknanya sedalam samudera

tak banyak yang sudi menyelam hingga ke dasarnya


Bila esok puisiku mulai bernyanyi di telingamu

itu karena cintamu telah lebih dulu tersenyum di hatiku

hatimu dan hatiku adalah istana bagi kebesaran jiwa

sebuah kekayaan bagi mereka yang memiliki kelembutan melebihi sutra


Maka, bacalah bait-bait ini perlahan

temukan bayang senyummu dalam setiap kata yang kutitipkan

sebab puisi ini hanyalah lukisan sederhana

tentang senyummu yang menetap di hatiku

hanya untukmu, duhai gadis berkerudung putih



Masamba Sul-Sel, 17/05/2014


Pesan Bijak:

"Kecantikan sejati tidak membutuhkan pembanding, karena ia terpancar dari kesederhanaan yang dibalut kesucian. Sebuah senyum yang tulus adalah rima terindah dalam puisi kehidupan."

AAB - Di Balik Cadar Rindu



"Rindu bukanlah penghalang, melainkan jembatan gaib yang menghubungkan dua jiwa. Jangan takut pada jarak, karena kenangan yang telah menyatu dalam doa tidak akan pernah bisa dirobek oleh tangan siapa pun, bahkan oleh waktu sekalipun."

Di Balik Cadar Rindu
By: Arif Agus Bege'h


Di balik cadar rindu yang kian membalut
aku mengintai raut wajahmu, kekasih
wajah yang kekal menjadi pelita di palung sepi
memancarkan secercah cahaya dari relung hati yang tulus
menembus pekatnya jarak yang membentang


Di balik rindu
terhampar selembar kenangan yang kita rajut bersama
sebuah riwayat lama yang enggan menjadi dongeng belaka
namun selalu setia menghantarkan lelapmu
menuntunmu pulang menuju mimpi-mimpi benderang
tempat di mana aku dan kamu kembali menjadi satu


Di balik rindu
kau takkan pernah sanggup merobek lembar-lembar memori kita
sebab tak seorang pun mampu mengeja baris-baris cinta yang pernah sejajar
berjalin di antara derita dan bahagia dalam satu ruang hati
sebuah ruang sunyi yang tak lagi butuh cahaya luar
karena ia telah bersinar dari dalamnya sendiri


Di balik rindu
kulepaskan harapan bagi sebuah ungkapan yang tertunda
sesuatu yang suatu hari nanti akan merekah dari dasar batin
pada sebuah hari di mana aku tak lagi perlu bertanya
sebab aku tahu, aku telah bersemayam abadi di nadimu


Di balik setiap rindu yang berderu
ada doa yang menggantung di antara dua hati yang belum menyatu
sebuah penantian untuk meleburkan dua cahaya yang berbeda
menjadi satu pendaran agung yang takkan lagi mengenal kata pisah


Masamba Sul-Sel, 09/05/2014


AAB - Penantian Sebuah Rindu


"Cinta tidak selalu harus memiliki arah yang pasti sejak awal. Terkadang, kita hanya perlu menjadi seperti angin; membiarkan rasa itu berembus murni, hingga takdir sendiri yang mengantarkannya pada pemberhentian yang tepat."

Penantian Sebuah Rindu
By: Arif Agus Bege'h


Bila saatnya nanti
kutemukan satu titik terang di cakrawala
mungkin itulah jalan setapak menuju rindumu

Darimu, ada cintaku
dariku, ada cintamu

Biarkan rasa ini mengalir mengikuti takdir
sebab saat ini kita hanyalah sepasang angin
berembus tanpa arah yang pasti
menyentuh siapa saja yang dilewati

Namun, ketika cinta mulai bersemi di relung hatiku
dan barangkali di hatimu
sadarlah bahwa kita tak selalu bisa menuai rindu
meski benih harapan tumbuh begitu subur di antara kita

Izinkan aku mengeja arti cinta melalui kesedihan
melalui kegelisahan yang tak kunjung reda di bawah gerimis hujan
Aku yakin engkau tetap ada di sana
saat rindu dan cinta merindukan belaian kehangatan yang nyata

Sebab sebuah rindu memang harus dibayar tunai
dengan harga sebuah penantian yang panjang
dan pencarian yang tak jarang bersimbah air mata


Masamba Sul-Sel, 16/03/2014

AAB - Satu Takdir

Puisi ini adalah sebuah pengakuan bahwa cinta bukanlah sesuatu yang bisa ditolak atau dikendalikan oleh ego manusia. Ia adalah takdir yang menyatukan tawa dan tangis, mentari dan rembulan, dalam satu kebahagiaan yang utuh. Inilah 'Satu Takdir'.


Satu Takdir

By: Arif Agus Bege'h



Baja, batu, dan beton pun menjadi abu

tatkala cinta bertahta di singgasana kalbu

tak mampu kutolak

tak mungkin membatu

sebab ia takdir yang memaksa untuk menyatu


Di depan saksi

tawa dan tangis melabuh

menjadi janji yang tak lagi bisa roboh

menolak cinta adalah dosa yang sungguh

seperti memisah mentari dari rembulan yang teduh


Segala keras luruh dalam dekapan doa

satu bahagia lahir dari dua jiwa yang setia

kita tercipta berpasangan menolak arusnya sia-sia

sebab cinta adalah satu-satunya rumah bagi segala rasa



Masamba Sul-Sel, 23/02/2014