AAB - Akhir Dari Sebuah Hitungan Rasa

Jadikanlah kekurangan pasanganmu sebagai cermin untuk mengenali gelap dan terang. Sebab, dengan saling memaafkan noda di dunia, kita sebenarnya sedang berjalan bersama menuju cinta yang murni kepada Sang Pemilik Cinta.

Akhir Dari Sebuah Hitungan Rasa
By: Arif Agus Bege'h

Jangan pernah anggap aku memandangmu bidadari atau suci tanpa noda dan dosa aku pun tak ingin kau mencintaiku hanya karena belum kau temukan cela dalam ragaku Aku mencintaimu justru karena engkau muara noda ruang yang menuntun kita mengenali gelap terang hingga kita sampai pada kesadaran akan Pemilik Cinta yang sebenarnya Mencintaimu adalah memeluk rasa di tengah sedih merindukanmu adalah merangkul sepi dalam air mata mendambakanmu bagai mengejar bahagia di sela derita dan menginginkanmu adalah merayakan penantian Maka maafkan jika aku sempat terus merindu hari ini, kuakhiri segala penandaan ini menghentikan rindu bising menyudahi cinta yang pedih dan menutup buku kesedihan yang tak usai Sebab segala yang berbilang pasti menemukan ujung segala yang dihitung pasti menemui batasnya dan hitungan rasa ini harus lekas berhenti pada angka yang telah kita tentukan bersama


Masamba Sul-Sel, 18/03/2015


AAB - Meja Kayu Dan Gelas Dingin

Cinta sejati bukanlah tentang dua orang yang saling memiliki, melainkan tentang runtuhnya ego masing-masing, agar ruang di antara mereka hanya dipenuhi oleh ketulusan yang tak berjarak.

Sebuah puisi tentang penghancuran ego

Meja Kayu Dan Gelas Dingin
By: Arif Agus Bege'h


Kita berhadapan
sibuk membela diri
"Aku benar" katamu "Aku terluka" sahutku
di antara kopi yang hampir dingin
dua kepala batu menolak mengalah

Hening mengambil alih
kuturunkan nada bicara
kau melepas kepalan tangan
kita berhenti saling menuduh
menanggalkan gengsi yang melelahkan

Di lantai kedai
kata-kata tajam melunak jadi maaf
kesombongan runtuh perlahan
tanpa teriakan
hanya ada air mata

Tiada lagi menang atau kalah
meja terasa lapang tanpa drama dan pembelaan
justru dalam ruang hampa ini
kita akhirnya saling mendengarkan

Tersisa dua orang lelah berpura-pura kuat
bukan penguasa
bukan tawanan
hanya ada aku
kamu
dan kejujuran yang telanjang


Masamba Sul-Sel, 25/12/2014

AAB - Ketiadaan Yang Utuh

Puncak tertinggi dari mencintai adalah keberanian untuk melepaskan cengkeraman. Membiarkannya menjadi manusia yang utuh dan bebas, meskipun kebebasan itu membawanya tumbuh ke arah yang tak lagi bisa kita sentuh.

Sebuah puisi tentang kebebasan dan ketidakpastian

Ketiadaan Yang Utuh
By: Arif Agus Bege'h


Kurobek batas ego memilikimu
kau samudera merdeka
bebas menentukan arah pasang

Cinta bukan menjahit dua bayang
ia menjadi udara hening
melepasmu menjelajahi ketidakpastian

Kulepas cengkeraman dari takdirmu
saat kau mengepak jauh
jarak adalah perayaan paling tulus

Tumbuhlah melampaui imajinasiku
ketidak berdayaanku menyentuhmu kembal
menjadi altar bagi kemerdekaan jiwamu

Keindahan bersemi dalam kehilangan
aku damai melihatmu merengkuh semesta
tanpa perlu menyisakan tempat bagiku


Masamba Sul-Sel, 22/11/2014

AAB - Memaafkan Semesta

 "Cinta yang melampaui logika adalah saat kau mencintai seseorang sedalam air mata, namun tetap sudi memaafkan semesta jika pada akhirnya takdir menyuruh salah satu dari kalian pulang lebih dulu."

Memaafkan Semesta
By: Arif Agus Bege'h


Mencintai yang melampaui nalar
dimulai saat seluruh hitungan dunia runtuh
ketika rasa tak lagi menuntut kebersamaan yang abadi
namun bersiap bagi ketetapan yang tak terduga.
kita telah berjalan begitu jauh
merajut hari dengan tawa dan juga cemas

Namun di balik setiap pelukan yang erat
ada bisikan sunyi tentang hari esok yang rahasia
ada waktu di mana rasa ini terasa amat berat
setajam luka
sedalam air mata

Mencintaimu berarti merayakan keberadaanmu sekarang
sembari menatap altar perpisahan tanpa rasa benci
jika kelak ketukan sunyi itu datang bertamu
dan takdir menyuruh salah satu dari kita pulang lebih dulu
aku ingin memastikan bahwa dada ini telah lapang
menatap kepergian tanpa menyisakan sesal yang panjang

Aku takkan mengutuk arah angin yang berembus
pun menyalahkan malam yang merampas kehangatan
sebab menerima kehilangan dengan hati yang utuh
adalah puncak tertinggi dari cara menghormatimu

Ketabahan ini adalah janji yang tak tertulis
tetap sudi memaafkan semesta yang sunyi
meski ia memisahkan raga kita sebelum waktunya
dan menyisakan ruang kosong di sisa jalan ini

Kini jalan lurus takdir telah kubuka lebar
antara mencintaimu sedalam air mata yang jatuh
dan kerelaan melepasmu kembali pada pemilik-Nya
semua telah lebur menjadi kedamaian yang purna


Makassar, 25/10/2014

AAB - Ketulusan Yang Murni

"Runtuhnya ego di antara kita adalah awal dari segalanya. Agar ruang fana ini tak lagi menyisakan jarak antara kau, aku, dan ketulusan yang murni."

Ketulusan Yang Murni
By: Arif Agus Bege'h


Meruntuhkan dinding keakuan
adalah gerbang pertama yang musti dibuka
sebab selama ego masih berdiri kokoh
kita hanya berteman dengan bayang-bayang

Pertemuan dua kepala sering kali riuh
bukan karena suara melainkan tuntutan batin
masing-masing ingin dimengerti lebih dulu
tanpa sadar telah membangun jarak yang jauh

Maka biarlah kerasnya dada ini mengikis
melunak bersama waktu yang terus bergulir
menyerahkan seluruh rasa menang sendiri
agar jemari kita bisa saling menggenggam tulus

Runtuhnya keangkuhan di antara kita
menjadi awal dari segalanya yang sejati
kita tak lagi bertengkar tentang siapa yang benar
melainkan bagaimana menjaga api tetap menyala

Di dalam ruang yang serba sementara ini
tak perlu lagi ada benteng yang memisahkan
ketika "aku" dan "kamu" telah lebur menjadi satu
yang tertinggal hanyalah rasa yang jujur

Keheningan kini tak lagi terasa asing
ia menjelma jembatan bagi dua jiwa
kita berjalan tanpa membawa beban prasangka
menikmati langkah demi langkah yang pasrah

Kini ruang fana ini tak lagi menyisakan jarak
antara kau
aku
dan ketulusan yang murni
semua telah menyatu dalam satu tarikan napas
sebuah kedamaian yang tak mampu diurai kata


Makassar, 01/09/2014