AAB - Ujian Yang Mengulang



"Tuhan masih sayang pada kita yang bodoh; Ia mengulang soal ujian yang sama, hanya agar kita tak terburu-buru menyerah pada keadaan."

Ujian Yang Mengulang
By: Arif Agus Bege'h


Tuhan masih memelukku
dalam bodoh yang panjang
mengulang soal yang sama
di atas meja ujian yang retak

Aku masih saja gagap
belum menemukan kunci jawaban di antara tumpukan tanya
Padahal, mungkin bukan soalnya yang sulit
tapi kesombonganku yang belum benar-benar karam

Jika ujian ini kembali datang
aku memilih untuk tidak menghafal jawaban
tapi belajar bagaimana cara berserah
saat pena tak lagi sanggup menuliskan apa-apa


Masamba Sul-Sel, 04/05/2024

AAB - Hakim Tanpa Kursi



"Ada sebuah kisah tentang bagaimana seorang Nabi pun pernah ditegur oleh Tuhan karena lalai dalam kelembutan. Lantas, dengan modal apa kita berani angkuh menolak memaafkan? Izinkan saya berbagi sebuah refleksi tentang syariat, ego, dan arti memaafkan."

Hakim Tanpa Kursi
By: Arif Agus Bege'h


Kita sibuk menunjuk salah
berlindung di balik dalil salah kaprah.
Padahal nabi pernah ditegur langit
karena berpaling dari hamba yang perih

Lalu siapa kita?
yang angkuh menyimpan dendam
padahal napas kita sendiri
hanyalah hutang ampunan yang belum lunas


Masamba Sul-Sel, 27/04/2024


Sajak Pengelana Yang Pulang


Sajak Pengelana Yang Pulang
By: Arif Agus Bege'h


Andai bisa ku atur ke mana rasa ini berlabuh,
takkan kusimpan ia di bilik yang tenang dan teduh.
Kubiarkan cintaku menjelma pengembara yang jauh,
menyusup ke dada para preman dan bandit yang angkuh.

Kepada penjahat yang kerap dikutuk malam,
kepada perampok yang memeluk sunyi dan kelam,
bahkan pada koruptor dengan nafsu yang dalam,
di sana cintaku mengawali perjalanan yang silam.
Bukan demi menista kesucian rasa yang kupunya,
namun di kubang hitam itu ada rahasia dunianya.

Biarlah cintaku belajar dari runtuhnya karsa,
menyaksikan bagaimana ego manusia menemui batasnya.
Hingga tiba masanya langit jiwa mereka berdarah,
menumpahkan hujan penyesalan yang tak lagi terarah.

Di saat airmata taubat membasuh wajah yang lelah,
aku 'kan datang menjemput cintaku yang telah berbenah.
Cinta itu tak lagi sama saat kuambil kembali,
ia telah disepuh nestapa, menjadi teramat sejati.

Sebuah rasa yang paham bagaimana cara mengabdi,
setelah menyaksikan hamba yang merangkak menuju Ilahi.
Maka saat ini, biarlah dadaku tetap sekokoh batu,
menutup rapat pintu dari cinta yang sekadar bertamu.

Aku belum butuh rayuan dari jiwa yang masih semu,
yang hanya mencari pelarian di setiap musim penatmu.
Aku hanya menunggu ia yang paham rahasia bertahan,
tahu kapan harus berdarah-darah maju memperjuangkan,
kapan harus berdiri teguh di tengah badai ujian,
dan kapan harus melepas jemari dengan keikhlasan.



Masamba Sul-Sel, 15/04/2024

AAB - Nama Lain Obat

Nama Lain Obat
By: Arif Agus B


Setiap teknologi
lahir bersama buku panduan
agar tetap terawat

Manusia pun
tak dibiarkan tanpa petunjuk
Tuhan menurunkan kitab
mengajarkan
cara merawat diri
dan menyembuhkan jiwa

Demam tak selalu membakar tubuh
kadang ia bersemayam di dalam pikiran
menjadi gelisah yang tak kunjung reda

Manusia menciptakan banyak penawar
paracetamol
ibuprofen
aspirin
deksametason
namun setiap obat
sejatinya adalah racun
yang dijinakkan oleh takaran

Salah dosis
salah resep
ia tak lagi jadi sahabat
melainkan musuh yang perlahan merusak tubuh

Begitu pula hidup
segala yang melampaui batas
sering berubah menjadi petaka

Lalu Tuhan
membentangkan alam
dengan akar
batang
ranting
daun
buah
bunga
umbi
rumput
air
udara
dan cahaya
bahkan dari mulut lebah
Tuhan menitipkan madu
penawar setia merawat luka

Di sanalah
tubuh mengeja pulih
hati belajar sabar
tanpa kehilangan harapan

Sebab pada akhirnya
penyembuh bukan sekadar obat
melainkan izin Tuhan
yang bekerja melalui ikhtiar
alam
dan kesabaran


Mamuju Sul-Bar, 25/12/2023

AAB - Manis Yang Terasing

Tulisan ini adalah sisa-sisa dari kejujuran yang sering kali salah dipahami oleh mereka yang hanya melihat permukaan. Di sini, saya tidak menawarkan kesempurnaan, melainkan sebuah rekaman tentang bagaimana tetap berdiri di bawah terik, meminum manisnya perjuangan sendiri, dan belajar berdamai dengan mereka yang pura-pura buta. Selamat menyelami fragmen-fragmen yang mungkin terasa asing, namun sangat nyata bagi jiwa yang pernah terluka.

Manis Yang Terasing
By: Arif Agus Bege'h


Botol berisi peluh
mereka nilai tanpa tahu
padahal di balik teguk
luka menganga membisu

Keluarga palsu berlakon
buta saat aku karam
hanya datang mencari untung
pergi saat aku kelam

Tak butuh pengakuan
biar manis ini milikku
di bawah terik yang kejam
cukup Tuhan dan jiwaku


Mamuju Sul-Bar, 20/12/2023