Sajak Pengelana Yang Pulang


Sajak Pengelana Yang Pulang
By: Arif Agus Bege'h


Andai bisa ku atur ke mana rasa ini berlabuh,
takkan kusimpan ia di bilik yang tenang dan teduh.
Kubiarkan cintaku menjelma pengembara yang jauh,
menyusup ke dada para preman dan bandit yang angkuh.

Kepada penjahat yang kerap dikutuk malam,
kepada perampok yang memeluk sunyi dan kelam,
bahkan pada koruptor dengan nafsu yang dalam,
di sana cintaku mengawali perjalanan yang silam.
Bukan demi menista kesucian rasa yang kupunya,
namun di kubang hitam itu ada rahasia dunianya.

Biarlah cintaku belajar dari runtuhnya karsa,
menyaksikan bagaimana ego manusia menemui batasnya.
Hingga tiba masanya langit jiwa mereka berdarah,
menumpahkan hujan penyesalan yang tak lagi terarah.

Di saat airmata taubat membasuh wajah yang lelah,
aku 'kan datang menjemput cintaku yang telah berbenah.
Cinta itu tak lagi sama saat kuambil kembali,
ia telah disepuh nestapa, menjadi teramat sejati.

Sebuah rasa yang paham bagaimana cara mengabdi,
setelah menyaksikan hamba yang merangkak menuju Ilahi.
Maka saat ini, biarlah dadaku tetap sekokoh batu,
menutup rapat pintu dari cinta yang sekadar bertamu.

Aku belum butuh rayuan dari jiwa yang masih semu,
yang hanya mencari pelarian di setiap musim penatmu.
Aku hanya menunggu ia yang paham rahasia bertahan,
tahu kapan harus berdarah-darah maju memperjuangkan,
kapan harus berdiri teguh di tengah badai ujian,
dan kapan harus melepas jemari dengan keikhlasan.



Masamba Sul-Sel, 15/04/2024

AAB - Nama Lain Obat

Nama Lain Obat
By: Arif Agus B


Setiap teknologi
lahir bersama buku panduan
agar tetap terawat

Manusia pun
tak dibiarkan tanpa petunjuk
Tuhan menurunkan kitab
mengajarkan
cara merawat diri
dan menyembuhkan jiwa

Demam tak selalu membakar tubuh
kadang ia bersemayam di dalam pikiran
menjadi gelisah yang tak kunjung reda

Manusia menciptakan banyak penawar
paracetamol
ibuprofen
aspirin
deksametason
namun setiap obat
sejatinya adalah racun
yang dijinakkan oleh takaran

Salah dosis
salah resep
ia tak lagi jadi sahabat
melainkan musuh yang perlahan merusak tubuh

Begitu pula hidup
segala yang melampaui batas
sering berubah menjadi petaka

Lalu Tuhan
membentangkan alam
dengan akar
batang
ranting
daun
buah
bunga
umbi
rumput
air
udara
dan cahaya
bahkan dari mulut lebah
Tuhan menitipkan madu
penawar setia merawat luka

Di sanalah
tubuh mengeja pulih
hati belajar sabar
tanpa kehilangan harapan

Sebab pada akhirnya
penyembuh bukan sekadar obat
melainkan izin Tuhan
yang bekerja melalui ikhtiar
alam
dan kesabaran


Mamuju Sul-Bar, 25/12/2023

AAB - Manis Yang Terasing

Tulisan ini adalah sisa-sisa dari kejujuran yang sering kali salah dipahami oleh mereka yang hanya melihat permukaan. Di sini, saya tidak menawarkan kesempurnaan, melainkan sebuah rekaman tentang bagaimana tetap berdiri di bawah terik, meminum manisnya perjuangan sendiri, dan belajar berdamai dengan mereka yang pura-pura buta. Selamat menyelami fragmen-fragmen yang mungkin terasa asing, namun sangat nyata bagi jiwa yang pernah terluka.

Manis Yang Terasing
By: Arif Agus Bege'h


Botol berisi peluh
mereka nilai tanpa tahu
padahal di balik teguk
luka menganga membisu

Keluarga palsu berlakon
buta saat aku karam
hanya datang mencari untung
pergi saat aku kelam

Tak butuh pengakuan
biar manis ini milikku
di bawah terik yang kejam
cukup Tuhan dan jiwaku


Mamuju Sul-Bar, 20/12/2023

AAB - Nama Lain Cinta

Nama Lain Cinta
By: Arif Agus B


Setiap benih
tumbuh perlahan
karena bumi
setia memeluknya

Tak ada pohon
berbuah lebat
tanpa lebih dulu
menguatkan akar

Begitu pula cinta
ia tak lahir
dari kata-kata
melainkan perhatian
kepercayaan
kesetiaan
pengorbanan
dan doa yang terus dipelihara

Namun
tak semua yang disebut cinta
mampu menjaga
ada yang memeluk
karena ingin memiliki
ada pula
yang melepaskan
karena ingin
membahagiakan

Begitulah cinta
semakin dewasa
ia semakin sunyi dari tuntutan
dan semakin ramai
oleh ketulusan

Lalu Tuhan
mengajarkan manusia
melalui ibu
ayah
anak
sahabat
pasangan
tetangga
orang asing
bahkan mereka yang pernah melukai
agar manusia belajar
bahwa cinta bukan sekadar
rasa yang datang
melainkan pilihan
untuk tetap berbuat baik

Sebab pada akhirnya
cinta bukan tentang
siapa yang paling dicintai
melainkan siapa yang
paling mendekatkan hati
kepada Tuhan


Mamuju Sul-Bar, 15/12/2023

Badai Di Balik Sapu Jagat

Badai Di Balik Sapu Jagat
By: Arif Agus Bege'h

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Bismillahirrahmanirrahim
Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, waqina 'adzabannar.

Dengan nama-Mu aku melangkah,
Sang Pengalir Samudra Kasih, Sang Peneduh Jiwa dalam Dekapan Sayang.

Ya Tuhan Pencipta Semesta
hamparkanlah indahnya sekuntum bahagia di taman dunia kami,
dan binalah mahligai damai abadi di akhirat nanti
jagalah jiwa-jiwa yang rapuh ini
bentengilah kami dari jilatan api neraka yang menyala

Kini hamba mengadu hanya kepada-Mu:
bagaimana di dunia ini aku bisa tenang dengan kebahagiaan ini, ya Allah?
bagaimana?

Seorang hamba datang bersimpuh di hadapan-Mu
hadir sebagai pemandu syariat
pemandu tarikat
pemandu hakikat
dan pemandu makrifat

Sedangkan di luar sana
mereka menantangku dengan syariat
menghujamku dengan tarikat
menyayatku dengan hakikat
bahkan tak ragu mengancam dan berniat membunuhku dengan makrifat
bagaimana aku bisa tenang dengan kebahagiaan ini, ya Tuhanku?
bagaimana?

Lalu kami datang sebagai pemandu huruf dan angka
pemandu kata dan kalimat
pemandu tulis dan baca
menjadi pemandu adalah kebahagiaan yang kuukir dalam mimpi sejak kecil

Tetapi mereka kembali datang
menantangku dengan huruf
menghujamku dengan angka-angka
menyayatku dengan kata-kata
serta tak ragu mengancam dengan kalimat yang mereka tulis dan bacakan
di hadapan para kekasih-Mu
atau mungkin langsung di hadapan-Mu
bagaimana aku bisa bahagia dalam ketenangan ini
ya Tuhanku?
bagaimana?

Kami pun datang
belajar menenangkan diri melalui syiar, syair, puisi, dan sajak
menumpahkan segala resah yang selalu menghalangi bahagia masuk ke kalbu

Tapi mereka justru menganggapku musuh
atau mungkin mereka lupa
aku ini baru hendak belajar menulis
butuh teman seiring jalan bukan lawan yang harus diperangi

Jika setiap langkah yang kuambil selalu berbenturan
lalu bagaimana aku bisa menemukan ketenangan?
bagaimana aku bisa merengkuh kebahagiaan?
atau memang tak pernah ada ketenangan
dan kebahagiaan sejati di dunia ini

Doa sapu jagat kulangitkan
sebagai jalan menuju bahagia
rupanya menyimpan badai
bisa melumat damai jiwa yang lain

Di balik pekatnya noda dan hanyutnya dosa
aku bersimpuh, ya Allah
kuatkan aku ya Rabb
kokohkan tiang ikhlas di palung sukmaku
agar jemariku tak lagi gemetar saat membalik lembar demi lembar
alur naskah agung yang mengalir dalam takdir-Mu

Semoga Rahmat-Nya senantiasa memelukku
meluruhkan riuh di antara buruk dan baik yang kerap beradu
agar hati kembali sunyi
menemukan damai dalam rengkuhan-Nya yang Satu

Aamiin.


Mamuju Sul-Bar, 27/11/2023