AAB - Overheating



Overheating (Hangus Kepala)
By: Arif Agus Bege'h


​Tiga puluh tab di kepala sengaja tak ku-close
satu memutar masa lalu
satu membaca tips sukses usia muda
sisanya cuma loading kosong yang bikin lemot
terjebak tuntutan dunia yang tak ada habisnya

​Malam larut
dadaku berderu bak kipas laptop dipaksa
sistem memprotes panasnya ekspektasi
memori penuh oleh sampah fana
dan kantuk tak kunjung direstui

​Aku butuh shutdown dari bisingnya validasi
namun jika tombol itu terlalu jauh digapai
kemarilah
ketuk keningku
dan tekan refresh


Masamba Sul-Sel, 01/05/2026

AAB - Bara Sesat di Meja Doa

Bara Sesat di Meja Doa
By: Arif Agus B


Di antara khusyuk yang mengadu pada Ilahi
mengalir doa-doa wangi
menenun harap pada sepetak permadani
di tengah perjalanan jiwa
mencari jati diri
tiba-tiba
ada sesat yang menyusup pergi

Dari jemari yang gemetar karena candu
ada bara yang egois merayu
satu hembusan
sekadar rehat yang semu
tapi ribuan nafas tersengal pilu
laksana hujan abu yang menyesakkan rindu

Itu bukan sekadar kepul keabuan
itu adalah pedang yang kau hunus pelan
tanpa sadar
kau sedang menyerang ketenangan
menitipkan airmata
tersembunyi pada setiap isapan
menusuk dada mereka yang tulus dalam kebersamaan

Hormatilah udara yang mereka hirup
di tempat di mana harapan seharusnya tumbuh
jangan biarkan asap keangkuhanmu
menjadi duri di kelembutan ukhuwahmu


Masamba Sul-Sel, 01/05/2026 

AAB : Cahaya di Relung Jiwa


"Cinta sejati tidak terletak pada seberapa sering nama seseorang diucapkan, melainkan pada seberapa dalam kehadirannya dirasakan dalam setiap hela napas dan doa yang dipanjatkan secara rahasia."

Cahaya di Relung Jiwa
By: Arif Agus Bege'h


Sesekali kupanggil dirimu dalam senyap

sebab senyummu tak pernah lelah merayu setiap denyut jantungku

seakan engkau ingin bertahta dalam setiap degub dan hela napasku


Sesekali kurapal bayangmu

karena kutahu engkau pun tak jarang menyertakanku

menjadi penyempurna doa dan mantra penenang hati yang sedang bergelombang


Sesekali kusebut engkau

saat terdiam dalam waktu yang tidak sebentar

seakan semesta turut merenung

menyimak hasrat dan harapan untuk seorang kekasih idaman

sepertimu.


Izinkan aku kali ini tetap sesekali memanggilmu

dalam diam

dalam harapan

dalam ketulusan rindu yang tiada terkira

dalam cahaya yang tak satupun mampu membuatnya jadi gelap


Hanya untukmu yang sesekali kusebut

sebab yakinlah bahwa ketika hari itu tiba

tiada lagi waktu terbuang sebagai antara untuk saling mencari

hanya ada panggilan mesra sebagai tanda ketulusan kasih dan sayang kita

untuk selamanya.


Sesekali kupanggil engkau dengan segenap rasa

meskipun siapapun namamu di dunia nyata

engkau tetaplah cahaya tunggal di jiwaku



Masamba Sul-Sel, 21/03/2025



AAB - Sayap Yang Patah

 

Sayap Yang Patah
By: Arif Agus Bege'h


Sebelah sayap terkulai di puncak sepi
bukan sekadar patah
namun kehilangan arah
dalam perjalanan lapar yang tak terobati
raga terhuyung di bawah langit yang kian resah

Saat pasangan pergi
dunia mendadak runtuh
meninggalkan hujan duka di ruang dada
tangan masih bekerja
meski hati yang rapuh
hanya mampu menampung sisa kenangan yang ada

Rumah adalah surga atau api yang membakar
tempat anak-anak mencari aman dari cemas
sebab kasih sayang adalah tiang yang dipijar
agar nestapa tak menjadi penghuni yang ganas

Tahun tahun berlalu
luka kini terbungkus rapi
walau airmata tak pernah benar-benar mengering
ia menjelma kenangan yang enggan pergi
menjadi detak yang tetap berdenyut meski genting

Bangkitlah
meski pincang membelah waktu
hidup adalah takdir yang harus terus bernapas
Meski sayap sebelah telah kaku dan bisu
langit tetap harus ditaklukkan
tanpa batas


Masamba Sul-Sel, 03/03/2026

AAB - Sang Penunggu Di Dua Alam

 
"Jangan pernah biarkan kelengahan menjadi celah bagi orang lain untuk merampas hakmu, karena di dunia ini, seringkali ada mata yang menunggu untuk mengklaim apa yang kau jatuhkan."

Sang Penunggu Di Dua Alam
By: Arif Agus Bege'h


Keliang Kelambang
Etek Etek Ale Ale
Lapah Tiyan Mele Mangan
Ngeresek Dalem Bale...

Aku adalah Keliang
yang terbang membubung tinggi
mata awasku adalah lensa tajam di angkasa raya
menyisir cakrawala
mencari napas yang terengah

Langkah yang salah
niat yang goyah
kau adalah sasaran bidik tumbal yang kusemai
dalam lapar yang tak pernah usai

Keliang, Kelambang...
ataukah aku adalah kelambang
sang bayang-bayang
yang merayap di sela akar menunggu kau terpeleset jatuh

Aku adalah kesabaran yang busuk
menanti gravitasi bekerja untukku
agar saat tubuhmu menyentuh tanah
kukoyak dagingmu menjadi potongan-potongan sejarah
untuk anak-anakku
generasi yang lahir dari rasa lapar
agar mereka menelanmu memamah setiap sesalmu dengan nikmat

Kita adalah simbiosis dari ketakutan dan kelengahan
keliang dan kelambang dalam satu nama yang sama
kita mencari manusia yang tertidur dalam janjinya
menunggu celah di mana moralitas mulai luruh
lalu mengambil bagian mengklaim hak yang kita sebut "milik"
di atas sisa-sisa mangsa yang tak lagi memiliki suara

Sebab di dunia yang fana ini
jika bukan menjadi yang mengintai dari atas
maka kau adalah yang dikoyak di bawah
dan aku
aku hanya sedang memilih peran
sebelum akhirnya kita semua pun menjadi santapan
oleh waktu yang jauh lebih lapar dari kita berdua


Masamba Sul-Sel, 01/02/2026