Arsip Abadi
By: Arif Agus B
Aroma tiner dan cat minyak menguap di udara
ku tutup rapat jendela kayu yang mulai rapuh
menolak bising klakson kota yang merusak fokus kerja
Di bawah temaram lampu pijar seratus watt
jemariku menari
menorehkan cairan pengawet pada kanvas basah
menangkap sisa-sisa napas terakhir yang hampir punah
Lembar demi lembar waktu perlahan membeku
denyut nadi melambat
tergantikan guratan pigmen yang pekat
seluruh penyesalan masa lalu
ku kunci di balik bingkai mahoni
Ku pandangi mahakarya yang terpajang di sudut sunyi
begitu anggun
sempurna
dan tak akan pernah menua
Keindahan fana yang dahulu mudah rapuh
kini menjelma abadi
Persetan dengan hukum alam
persetan dengan pembusukan
selamat datang di galeri kesunyian yang tak berujung
Di ruangan ini
akulah sang penguasa tunggal
menciptakan dunia dari kuas yang berlumur obsesi
mengubur penuaan di bawah lapisan pernis yang berkilau
Detak jarum jam dinding terdengar kian menjauh
namun ego ini telah menemukan rumahnya
Di dalam dimensi visual ini
aku mengunci waktu
menjadi pencipta keindahan absolut
membiarkan dunia luar runtuh menjadi debu
Masamba Sul-Sel, 10/07/2026